TVRINews, Kepulauan
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan. Salah satu sekolah yang merasakan manfaat program tersebut adalah SMK Negeri 2 Talaud Miangas di Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.
Sebagai satu-satunya sekolah menengah kejuruan di Pulau Miangas sejak berdiri pada 2004, SMK Negeri 2 Talaud selama bertahun-tahun menghadapi keterbatasan infrastruktur. Berbagai fasilitas sekolah mengalami kerusakan, mulai dari ruang kelas, laboratorium, toilet, hingga instalasi listrik.
Kepala SMK Negeri 2 Talaud Miangas, Patriarti G. Urendeng, mengatakan sekolahnya akhirnya memperoleh bantuan revitalisasi setelah lebih dari dua dekade beroperasi.
“Puji syukur setelah 21 tahun berdiri, sekolah kami akhirnya mendapat bantuan revitalisasi dengan dana lebih dari Rp997 juta. Kemudian, dana itu diperuntukkan untuk rehabilitasi tiga ruang kelas Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan (APHPi), satu ruang laboratorium komputer, satu ruang UKS, satu unit toilet, dan satu ruang BK,”ujar Patriarti dalam keterangan yang diterima tvrinews, Rabu, 5 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, revitalisasi tidak hanya memperbaiki kondisi bangunan sekolah, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan mendukung kegiatan pembelajaran, termasuk praktik siswa.
Menurut Patriarti, perubahan fasilitas tersebut turut meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah sehingga jumlah peserta didik baru terus bertambah dalam dua tahun terakhir.
“Hebatnya hasil revitalisasi ini adalah selain mengubah fisik sekolah kami, juga mengubah stigma para orang tua menjadi lebih percaya menyekolahkan anaknya di sini. Dalam dua tahun terakhir kami mendapatkan jumlah murid yang masuk lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya,” paparnya.
Manfaat revitalisasi juga dirasakan para orang tua murid. Maria Awalla mengaku kini lebih yakin menyekolahkan anaknya di SMK Negeri 2 Talaud karena fasilitas belajar yang semakin memadai.
“Sekarang fasilitas ruang kelas, toilet, dan beberapa lainnya sudah jauh lebih baik. Kami sebagai orang tua tentunya percaya bahwa sekolah bisa menjadi tempat yang bisa mengantarkan putra putri kami meraih masa depannya,”ungkap Maria.
Hal senada disampaikan Alfia Lalala, siswi kelas XI jurusan Akuntansi dan Keuangan Lembaga. Ia merasa lebih nyaman belajar setelah sekolahnya memiliki berbagai fasilitas baru.
“Senang sekali sekarang ada fasilitas baru di sekolah kami. Kami merasa senang di sekolah. Terima kasih, Pak Presiden dan Pak Menteri,” kata Alfia.
Dalam kunjungannya ke Pulau Miangas, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengatakan revitalisasi sekolah di wilayah terluar merupakan bagian dari pelaksanaan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas bagi seluruh anak Indonesia, termasuk di daerah 3T.
Menurut Abdul Mu'ti, program tersebut menjadi wujud pelaksanaan visi Pendidikan Bermutu untuk Semua melalui penyediaan sarana dan prasarana yang layak serta dukungan fasilitas pembelajaran digital.
“Semoga seluruh bantuan yang diberikan baik berupa pembangunan sarana prasarana dan peralatan digital menjadi bagian dari komitmen Presiden Prabowo Subianto dan wujud nyata upaya membangun generasi Indonesia yang hebat, unggul, cerdas, dan berkarakter,”ujar Mu’ti.









