TVRINews, Denpasar
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengajak Universitas Ngurah Rai (UNR) untuk mengambil peran lebih besar dalam mendukung pembangunan Bali. Perguruan tinggi diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah melalui pengembangan riset, inovasi, serta pengabdian masyarakat guna menghadirkan solusi konkret atas berbagai persoalan daerah.
Hal tersebut disampaikan Menko AHY saat memberikan orasi ilmiah dalam acara Wisuda Sarjana XLV dan Pascasarjana XVIII Universitas Ngurah Rai Bali, Sabtu 7 November 2026. Dalam orasinya, ia menekankan pentingnya konektivitas dan pembangunan infrastruktur sebagai fondasi utama transformasi nasional menuju Indonesia Emas 2045.
“Infrastruktur itu adalah tulang punggung pembangunan bangsa yang harus dikelola dengan baik dan diintegrasikan agar benar-benar bisa menghadirkan kesejahteraan untuk semua,” ujar Menko AHY.
Menko AHY menjelaskan, Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi negara maju, mulai dari kekayaan sumber daya alam, posisi geostrategis di antara dua benua dan dua samudra, hingga jumlah penduduk lebih dari 280 juta jiwa. Namun, potensi tersebut harus dikelola secara optimal melalui pembangunan yang terintegrasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Di sisi lain, Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain kesenjangan sosial ekonomi, ketimpangan pembangunan antarwilayah, keterbatasan akses infrastruktur di kawasan timur Indonesia termasuk Papua, penciptaan lapangan pekerjaan, peningkatan daya beli, serta penguasaan teknologi dan inovasi.
Karena itu, Menko AHY menegaskan pentingnya pembangunan infrastruktur yang mampu menghubungkan wilayah, memperlancar mobilitas masyarakat dan barang, serta memperkuat aktivitas ekonomi. Pembangunan juga harus memperhatikan keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya alam dan perlindungan lingkungan.
Menko AHY menekankan bahwa pembangunan harus berlandaskan prinsip keadilan dan memastikan tidak ada masyarakat maupun wilayah yang tertinggal.
“No one, no region, and no generation is left behind. Tidak boleh ada seorang pun, tidak boleh ada wilayah, dan tidak boleh ada generasi yang tertinggal,” tegasnya.
Dalam konteks pembangunan Bali, Menko AHY memerinci sejumlah bidang strategis yang dapat dikembangkan oleh civitas akademika UNR, antara lain smart mobility untuk mendukung sistem transportasi yang lebih efisien, pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular dan waste to energy, mitigasi banjir, pengelolaan daerah aliran sungai, konservasi dan ketersediaan air bersih, serta pengembangan ekonomi kreatif.
Menko AHY juga mendorong penguatan hubungan antara perguruan tinggi dengan dunia industri melalui konsep link and match agar lulusan memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Lebih jauh, Menko AHY mengapresiasi prinsip Tri Hita Karana yang menjadi landasan moral Universitas Ngurah Rai. Menurutnya, nilai Parahyangan, Pawongan, dan Palemahan yang mencerminkan harmoni manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam dapat menjadi fondasi pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan.
“Jika keseimbangan dan harmoni ini bisa kita jaga, insyaallah Bali akan semakin maju dan tetap menjadi Pulau Dewata yang membanggakan,” ungkap Menko AHY.
Lebih lanjut, Menko AHY berharap Universitas Ngurah Rai dapat terus memperkuat kontribusinya melalui pendidikan berkualitas, penelitian, inovasi, dan pengabdian masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah, dunia akademik, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci untuk mewujudkan Bali yang lebih maju, adil, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat pembangunan Indonesia secara keseluruhan.
“Stronger Bali, Stronger Indonesia,” pungkas Menko AHY.










