TVRINews – Jakarta
Langkah Strategis Memperluas Akses Pendidikan Berkualitas dan Mencetak Talenta Sains-Teknologi di Seluruh Daerah
Pemerintah Indonesia resmi meluncurkan program SMA Unggul Garuda sebagai langkah strategis dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) dan memperluas jangkauan pendidikan berstandar tinggi di seluruh penjuru tanah air.
Kebijakan ini diperkuat melalui penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 116 Tahun 2025 serta Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2025. Regulasi tersebut menjadi payung hukum percepatan revitalisasi fasilitas sekolah, digitalisasi sistem pembelajaran, hingga tata kelola lembaga pendidikan menengah secara nasional.
Program ini dirancang untuk mencetak generasi muda yang berdaya saing global, memiliki karakter kepemimpinan yang kuat, serta siap menembus berbagai perguruan tinggi terkemuka di tingkat nasional maupun internasional.
Dua Skema Pengembangan
Dalam pelaksanaannya, pemerintah menerapkan dua model pendekatan utama, yakni SMA Unggul Garuda Baru dan SMA Unggul Garuda Transformasi.
Skema SMA Unggul Garuda Baru berfokus pada pembangunan serta pengelolaan satuan pendidikan baru oleh pemerintah pusat di wilayah-wilayah strategis. Pada tahap awal, pengembangan mencakup empat daerah:
• Kabupaten Belitung Timur (Kepulauan Bangka Belitung)
• Kabupaten Bulungan (Kalimantan Utara)
• Kabupaten Timor Tengah Selatan (Nusa Tenggara Timur)
• Kabupaten Konawe Selatan (Sulawesi Tenggara)
Penempatan di wilayah-wilayah tersebut bertujuan untuk mengikis ketimpangan akses pendidikan unggulan yang selama ini kerap terpusat di kawasan tertentu.
Sementara itu, model SMA Unggul Garuda Transformasi berfokus pada peningkatan mutu sekolah atau madrasah aliyah yang sudah beroperasi. Melalui skema ini, fasilitas existing diperkaya lewat penguatan manajemen sekolah, peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan, serta optimalisasi program pembinaan siswa.
Fokus Sains, Teknologi, dan Karakter
Kurikulum pembinaan pada program ini memberikan penekanan khusus pada penguatan disiplin sains, teknologi, rekayasa, dan matematika (Science, Technology, Engineering, and Mathematics / STEM).
Selain keunggulan akademik, siswa juga dibekali pengembangan karakter, seperti kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan, kreativitas, dan kolaborasi. Pemerintah menegaskan bahwa program ini terbuka bagi seluruh putra-putri terbaik bangsa dari beragam latar belakang sosial dan ekonomi.
Strategi ini dipandang sebagai investasi jangka panjang dalam membangun ekosistem pendidikan nasional yang inklusif sekaligus berkelanjutan demi mendukung daya saing Indonesia di masa depan.










