TVRINews, Jakarta
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menargetkan, penanganan fase tanggap darurat bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) dapat diselesaikan dalam waktu dua hingga tiga pekan ke depan. Hal tersebut, diungkapkan oleh Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.
Lebih lanjut, ia menuturkan jika target tersebut ditetapkan pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan.
“Tim gabungan dari pemerintah pusat lintas kementerian lembaga menargetkan fase tanggap darurat bisa kita selesaikan dalam 2-3 minggu ke depan,” ujar Abdul Muhari pada laman akun YouTube BNPB Indonesia pada Minggu, 16 Agustus 2026.
Saat ini, kata dia Kabupaten Manggarai telah menetapkan status tanggap darurat selama 90 hari. Sementara itu, Kabupaten Manggarai Timur masih dalam proses penetapan status tanggap darurat untuk periode 14 hari. Pemerintah Provinsi NTT juga tengah melakukan proses penetapan status tanggap darurat.
Menurut Abdul Muhari, penanganan saat ini diprioritaskan pada tiga hal utama, yakni pencarian dan pertolongan, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, serta pendataan kerusakan dan dampak yang ditimbulkan akibat bencana.
Meski demikian, target penyelesaian tanggap darurat tersebut masih dapat berubah. Pemerintah akan menyesuaikan langkah penanganan berdasarkan hasil pemantauan serta perkembangan kondisi di lapangan.
Setelah kebutuhan mendesak masyarakat terpenuhi dan situasi darurat berhasil ditangani, pemerintah akan mempersiapkan tahapan transisi menuju proses pemulihan.
Selain penanganan darurat, ia menuturkan jika pemerintah juga mulai menyalurkan bantuan logistik bagi masyarakat terdampak. Atas arahan Presiden Prabowo Subianto, sebanyak 50 ribu paket sembako disiapkan untuk didistribusikan ke sejumlah wilayah terdampak di NTT.
Pada pengiriman tahap pertama, sebanyak 4.925 paket telah tiba. Dari jumlah tersebut, 3.200 paket dikirim melalui Labuan Bajo dan kemudian dialokasikan ke sejumlah daerah.
Rinciannya, Manggarai Barat menerima 550 paket, Manggarai 1.000 paket, Manggarai Timur 550 paket, serta masing-masing 550 paket untuk Kabupaten Nagekeo dan Ngada.
Sementara itu, sebanyak 1.725 paket lainnya tiba melalui Maumere. Bantuan tersebut dialokasikan untuk Kabupaten Sikka sebanyak 1.000 paket dan Kabupaten Ende sebanyak 725 paket.
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang masih terdampak, pemerintah telah menyiapkan pengiriman tahap kedua sebanyak 45.075 paket sembako.
Penyaluran bantuan tersebut dilakukan bersamaan dengan upaya pencarian dan pertolongan serta pemenuhan kebutuhan dasar warga, sebagai bagian dari penanganan masa tanggap darurat bencana di NTT.










