TVRINews, Jakarta
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut, sejumlah akses yang sempat terganggu akibat longsor pasca gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026 kemarin mulai kembali dibuka. Salah satunya, di Kabupaten Manggarai Barat, ruas jalan KM 49 di Kecamatan Riyo yang sebelumnya tertutup material longsor kini sudah dapat dilewati truk pengangkut BBM setelah dilakukan pembersihan oleh Kementerian Pekerjaan Umum.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menuturkan jika sejumlah titik jalan lain yang terdampak longsor juga dilaporkan hampir seluruhnya telah selesai dibersihkan.

“Pemerintah telah menargetkan akses yang sebelumnya belum dapat dilalui dapat kembali digunakan paling lambat Senin, 17 Agustus 2026,” ungkapnya pada laman akun YouTube BNPB Indonesia pada Minggu, 16 Agustus 2026.
Selain itu, ia menyebut jika pemulihan akses jalan menjadi salah satu prioritas karena berpengaruh langsung terhadap distribusi bantuan dan proses penanganan di sektor lainnya.
Di sisi kelistrikan, kata dia sejumlah wilayah yang mengalami pemadaman setelah gempa juga mulai kembali mendapatkan aliran listrik.
“Masyarakat yang masih mengalami gangguan listrik diminta melaporkannya melalui kanal BPBD agar dapat dikoordinasikan dengan PLN,” ungkapnya
Ta hanya itu, BNPB juga telah mengaktifkan Posko Pendamping Nasional di Labuan Bajo serta posko taktis lapangan di Maumere. Media center juga dibuka di kantor Bupati Manggarai Barat untuk mendukung koordinasi dan penyampaian informasi selama masa tanggap darurat.
Untuk mendukung distribusi bantuan, Posko Dukungan Logistik Nasional diaktifkan di Bandara Halim Perdanakusuma, sementara posko penerimaan logistik utama berada di Bandara Labuan Bajo dan posko logistik pendukung berada di Maumere.
Pemerintah juga menyiagakan sejumlah armada udara di Labuan Bajo dan Maumere. Armada tersebut meliputi helikopter Caracal TNI AU, Bell 412 TNI AD, helikopter BNPB, serta sejumlah pesawat Caravan. Di Maumere juga disiapkan helikopter dari TNI AD, TNI AL, Kementerian Perhubungan, dan BNPB.
Armada tersebut akan digunakan untuk mobilisasi personel maupun distribusi logistik apabila akses darat belum memungkinkan atau terdapat wilayah yang membutuhkan bantuan melalui jalur udara.










