TVRINews – Jakarta
Pemerintah biayai penuh peserta magang enam bulan.
Pemerintah Indonesia kini menerapkan pendekatan inovatif dalam menjembatani kesenjangan kompetensi tenaga kerja melalui Program Magang Nasional.
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengungkapkan bahwa program ini menawarkan keunikan sistemik, di mana pemerintah menanggung seluruh biaya operasional peserta, termasuk uang saku, selama periode enam bulan.
Yassierli menegaskan bahwa skema pendanaan penuh ini merupakan bentuk investasi stimulus ekonomi yang strategis.
"Program magang dengan cakupan pembiayaan penuh selama enam bulan oleh negara ini tergolong jarang ditemukan di tempat lain," ungkap Yassierli dikutip Sabtu 4 Juli 2026.
Ia menambahkan bahwa program ini telah melampaui tujuan awal sebagai alat stimulus daya beli. Evaluasi kementerian menunjukkan bahwa keterlibatan langsung peserta dalam dinamika operasional perusahaan selama setengah tahun mampu meningkatkan kesiapan kerja secara signifikan.
Respons Positif Dunia Industri
Data evaluasi Kementerian Ketenagakerjaan mencatat tingkat kepuasan yang tinggi dari sektor swasta. Sebanyak 98% perusahaan yang berpartisipasi menyatakan kepuasan terhadap kinerja peserta magang, dengan 86% di antaranya memberikan penilaian "puas" hingga "sangat puas".
Program ini dianggap menjadi solusi praktis terhadap tantangan klasik di pasar tenaga kerja, yaitu ketidaksesuaian keterampilan (skill mismatch) dan rendahnya daya saing lulusan baru.
Dengan berada langsung di lingkungan kerja, peserta mampu memahami ritme industri, menyusun portofolio profesional, serta mengasah kemampuan pemecahan masalah.
Dampak Nyata pada Penyerapan Tenaga Kerja
Keberhasilan program ini juga tercermin pada tingkat retensi tenaga kerja. Berdasarkan data alumni angkatan pertama, sebanyak 30% peserta telah mendapatkan penawaran kerja langsung dari perusahaan tempat mereka menjalankan magang.
"Data dari seluruh alumni menunjukkan bahwa 30% dari mereka langsung diserap oleh perusahaan tempat mereka magang setelah periode enam bulan berakhir," pungkas Yassierli.
Dengan capaian tersebut, pemerintah optimistis bahwa intervensi melalui program magang ini akan terus menjadi pilar utama dalam meningkatkan produktivitas tenaga kerja nasional di tengah tuntutan industri yang semakin kompetitif.










