TVRINews, Jakarta
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menilai Kanada menjadi salah satu pasar strategis untuk memperluas ekspor produk ekonomi kreatif Indonesia. Hal itu disampaikan saat menerima audiensi Duta Besar RI untuk Kanada, Muhsin Syihab, di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta.
Riefky mengatakan, Kanada memiliki daya beli masyarakat yang tinggi serta minat yang terus berkembang terhadap berbagai produk kreatif asal Indonesia. Menurutnya, potensi tersebut harus dimanfaatkan melalui kolaborasi yang melibatkan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, komunitas, media, dan investor atau pendekatan hexahelix.
"Kanada sebetulnya pasarnya masih luas untuk Indonesia, terutama dengan pegiat ekraf di Indonesia yang memiliki taste, bakat, budaya, kreativitas yang luar biasa, serta dedikasi yang tinggi terhadap industri kreatif. Di tengah berbagai tantangan ini, Kementerian Ekraf terus memperkuat kolaborasi melalui pendekatan hexahelix untuk memperluas akses pasar bagi para pegiat ekonomi kreatif," ujar Riefky dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Sabtu, 4 Juli 2026.
Kemudian, ia juga menilai hubungan bilateral Indonesia dan Kanada semakin prospektif setelah kunjungan Presiden Prabowo Subianto, yang membuka peluang kerja sama ekonomi lebih komprehensif. Momentum tersebut dinilai dapat dimanfaatkan untuk memperkuat daya saing produk ekonomi kreatif Indonesia di pasar global melalui skema kerja sama Indonesia–Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA CEPA).
Riefky menambahkan, sektor ekonomi kreatif kini menjadi salah satu penopang ekonomi nasional dengan menyerap hampir 20 persen dari total tenaga kerja Indonesia pada 2025. Capaian tersebut menjadi modal penting untuk meningkatkan ekspor produk kreatif ke berbagai negara, termasuk Kanada.
Sementara itu, Duta Besar RI untuk Kanada, Muhsin Syihab, mengatakan peluang pengembangan ekonomi kreatif Indonesia di Kanada masih terbuka lebar. Selain Toronto, wilayah Quebec dinilai memiliki potensi besar untuk pengembangan fesyen Indonesia karena didukung ekosistem industri kreatif yang kuat dan daya beli masyarakat yang tinggi.
Muhsin juga menyebut KBRI Ottawa terus memperkenalkan kuliner Nusantara melalui berbagai food festival di Toronto serta mendorong kolaborasi antara pelaku ekonomi kreatif Indonesia dengan perusahaan-perusahaan di Kanada.
Kementerian Ekonomi Kreatif bersama KBRI Ottawa berkomitmen memperkuat sinergi dalam membuka peluang promosi, investasi, dan jejaring bisnis agar produk ekonomi kreatif Indonesia semakin mampu menembus pasar internasional sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi pelaku usaha kreatif.










