TVRINews, Yogyakarta
Ratusan karya hasil pelatihan Upskilling dan Reskilling Guru Vokasi Bidang Seni dan Budaya dipamerkan dalam Gelar Karya yang diselenggarakan Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Seni dan Budaya di Yogyakarta, Senin, 27 Juli 2026.
Pameran ini menjadi wadah apresiasi terhadap hasil peningkatan kompetensi guru vokasi sekaligus menunjukkan bahwa pengembangan kapasitas pendidik mampu melahirkan karya-karya kreatif yang berdampak pada proses pembelajaran di sekolah.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan bagi guru vokasi penting agar kompetensi pendidik terus berkembang sesuai kebutuhan dunia kerja dan kemajuan teknologi, tanpa mengesampingkan nilai orisinalitas dalam berkarya.

(Foto: Kemendidasmen RI)
"Karya seni bukan sekadar hasil kreativitas, tetapi juga memiliki makna, nilai, dan jiwa. Teknologi, termasuk kecerdasan buatan, dapat dimanfaatkan sebagai pendukung proses berkarya, namun kreativitas dan keaslian tetap harus menjadi ruh utama,"kata Fajar dalam keterangan tertulis, dikutip, Selasa, 28 Juli 2026.
Salah satu karya yang dipamerkan berasal dari I Kadek Agus Satya Dwi Putra, guru seni lukis SMKN 1 Sukawati, Bali. Ia menghadirkan lukisan yang terinspirasi dari konsep Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), dengan menggambarkan perpaduan budaya dan teknologi sebagai simbol pentingnya menjaga kearifan lokal di tengah perkembangan zaman.
Menurut Kadek, sosok anak dalam lukisan melambangkan peserta didik yang terus belajar dengan kesadaran untuk meraih cita-cita. Perpaduan kain tenun dan laptop mencerminkan harmonisasi budaya dan teknologi, sedangkan rangkulan menteri kepada peserta didik menjadi simbol dukungan agar anak-anak percaya diri dalam menggapai masa depan.
"Melalui karya ini saya ingin menggambarkan bahwa pembelajaran bukan hanya tentang memperoleh pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran, menjaga budaya, memanfaatkan teknologi secara bijak, dan membangun optimisme peserta didik untuk meraih cita-citanya,"ungkap Kadek.
Ia berharap pengalaman selama mengikuti pelatihan dan program magang dapat diterapkan di sekolah sehingga mampu menginspirasi siswa untuk terus berkarya dan berinovasi.
Pengalaman serupa disampaikan Hari Sonata, guru SMKN 3 Kasihan Yogyakarta. Ia mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru, terutama mengenai teknik glasir sebagai tahap akhir dalam pembuatan keramik. Ilmu tersebut diperoleh melalui pelatihan dan magang di industri.
"Kami berharap ilmu yang kami peroleh dapat kami tularkan kepada siswa, sehingga mereka tidak hanya mampu mengaplikasikan glasir, tetapi juga dapat meracik formula sendiri dan menciptakan inovasi baru dalam karya keramik,"ujar Hari.
Manfaat pelatihan juga dirasakan oleh peserta didik. Salah satunya Zizta Putra Akbar Wijaya, siswa kelas XII SMKN 3 Kasihan Yogyakarta, yang turut memamerkan karya keramiknya dalam gelaran tersebut. Ia mengaku semakin termotivasi untuk mengembangkan kemampuan dan kreativitasnya.
"Pesan saya untuk teman-teman, terus semangat dan nikmati jurusan yang telah dipilih. Kalau terus belajar dan berlatih, kemampuan kita pasti akan berkembang,"kata Zizta.
Melalui program Upskilling dan Reskilling, Kemendikdasmen terus mendorong guru vokasi meningkatkan kompetensi, berinovasi, serta menghadirkan pembelajaran yang selaras dengan perkembangan industri. Program ini diharapkan mampu menghasilkan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi peserta didik sekaligus memperkuat pendidikan vokasi yang adaptif, kreatif, dan berdaya saing.









