TVRINews, Jakarta
Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) meningkatkan dukungan program perumahan bagi masyarakat Kabupaten Brebes. Pada tahun 2026, sebanyak 783 unit rumah di Brebes mendapatkan alokasi Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), meningkat drastis dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 20 unit rumah.
Peningkatan kuota tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah dalam mempercepat penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), terutama di wilayah yang masih memiliki angka kemiskinan dan rumah tidak layak huni cukup tinggi.
Menteri PKP, Maruarar Sirait mengatakan, Kabupaten Brebes menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian khusus dalam program perumahan karena masih menghadapi tantangan besar terkait kebutuhan hunian layak. Oleh karena itu, seluruh bantuan pemerintah harus disalurkan berdasarkan data yang akurat, transparan, dan tepat sasaran.
"Kepentingan kami membantu rakyat dengan data desil 1–4 yang dilakukan secara transparan. Tolong siapkan dari tempat Ibu untuk aktif dalam pelaksanaannya," ujar Maruarar dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Sabtu, 25 Juli 2026.
Berdasarkan alokasi tersebut, jumlah penerima BSPS Brebes pada 2026 meningkat sekitar 30 kali lipat dibandingkan 2025. Kenaikan dari 20 unit menjadi 783 unit rumah tersebut mencapai sekitar 3.915 persen.
Selain peningkatan BSPS, Kementerian PKP juga menyetujui penambahan kuota rumah subsidi di Provinsi Jawa Tengah dari sebelumnya 25 ribu unit menjadi 50 ribu unit. Kebijakan ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap hunian terjangkau sekaligus membantu mengurangi backlog perumahan di Kabupaten Brebes yang tercatat mencapai 109.559 unit.
Untuk memperkuat akses pembiayaan, Kementerian PKP juga mendorong pelaksanaan Kredit Program Perumahan (KPP) atau KUR Perumahan. Program ini ditujukan agar masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk pelaku usaha mikro, dapat memperoleh pembiayaan yang mudah, aman, dan terjangkau untuk membangun maupun meningkatkan kualitas rumah.
Tidak hanya pembangunan rumah baru, peningkatan kualitas hunian juga menjadi perhatian pemerintah melalui integrasi Program Gentengisasi Brebes ke dalam pelaksanaan BSPS. Program tersebut bertujuan mengganti atap rumah yang sudah tidak layak, seperti seng berkarat, dengan genteng produksi lokal.
Melalui Program Gentengisasi, pemerintah berharap kualitas rumah warga meningkat menjadi lebih sehat, aman, dan nyaman, sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui pemanfaatan produk dalam negeri.
Dengan peningkatan dukungan program perumahan tersebut, pemerintah berharap semakin banyak masyarakat Brebes yang dapat menghuni rumah layak serta mendapatkan akses terhadap lingkungan permukiman yang lebih sehat dan berkualitas.









