TVRINews, Tangerang Selatan
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dengan tegas mengatakan jika kepemimpinan strategis dan tata kelola yang kuat sebagai kunci transformasi perguruan tinggi menuju universitas berkelas dunia merupakan hal yang penting.
Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek, Khairul Munadi, saat menjadi keynote speaker pada hari kedua Akademi Kepemimpinan Pendidikan Tinggi (AKPT) Tahap I Tahun 2026 di Tangerang Selatan, Selasa, 8 September 2026 hari ini.
Dengan mengusung materi Membangun Universitas Kelas Dunia: From Managing Universities to Leading Transformation, Khairul menekankan bahwa pengelolaan kampus yang baik belum cukup apabila tidak diiringi kepemimpinan yang mampu menggerakkan perubahan secara menyeluruh.
“Transformasi membutuhkan kepemimpinan yang kuat. Seorang pemimpin perguruan tinggi harus mampu membaca perubahan, menentukan arah, dan menggerakkan institusi untuk beradaptasi,” ujarnya dalam keterangan yang diterima tvrinews.com di Jakarta.
Tak hanya itu, ia juga menerangkan jika perguruan tinggi perlu membangun tata kelola yang berorientasi pada kekuatan institusi, sehingga proses pengambilan keputusan tidak bergantung pada satu orang pemimpin.
Menurutnya, sistem yang baik akan menghasilkan keputusan yang lebih tepat, pelaksanaan yang lebih cepat, sekaligus memperjelas pembagian peran dan tanggung jawab di lingkungan kampus.
Selain itu, ia mendorong setiap perguruan tinggi menerapkan manajemen talenta dengan mengidentifikasi serta membina individu yang memiliki potensi menjadi peneliti, pemimpin akademik, maupun penggerak inovasi institusi.
Pada kesempatan tersebut, ia juga juga menyoroti pentingnya internasionalisasi yang berorientasi pada hasil. Ia menilai keberhasilan kerja sama internasional tidak cukup diukur dari jumlah kemitraan, tetapi dari dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan, riset, dan pengembangan institusi.
“Perguruan tinggi harus membangun konektivitas dengan jejaring pengetahuan global dan memastikan setiap kolaborasi memberikan manfaat yang nyata bagi institusi,” katanya.
AKPT Tahap I Tahun 2026 merupakan program Kemdiktisaintek yang dirancang untuk memperkuat pengembangan sekaligus regenerasi kepemimpinan di perguruan tinggi Indonesia. Melalui forum ini, pimpinan kampus dan calon pemimpin potensial didorong saling berbagi pengalaman, membangun jejaring, serta menghadirkan praktik-praktik baik yang dapat diterapkan di masing-masing institusi.
“Kami berharap peserta tidak hanya belajar dari narasumber, tetapi juga terinspirasi oleh praktik baik antarkampus. Dari sana akan tumbuh kolaborasi yang memperkuat ekosistem pendidikan tinggi Indonesia,” pungkas Khairul.
Melalui penyelenggaraan AKPT 2026, Kemdiktisaintek berkomitmen membangun ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif, kolaboratif, dan berkelanjutan guna mendukung pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.










