TVRINews, Jakarta
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di enam provinsi di Indonesia. Keenam wilayah tersebut yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan titik api dan lahan terbakar masih ditemukan di sejumlah wilayah.
Di Kalimantan Barat, BNPB mencatat 36 titik api dengan luas lahan terbakar lebih dari 350 hektare. Sementara di Kalimantan Tengah terdapat 47 titik api dengan luas lahan terbakar lebih dari 100 hektare.
"Di Kalimantan Barat kita menemukan titik api sebanyak 36 dengan luas lahan terbakar sebanyak 350 hektare lebih," kata Berton dalam konferensi pers update penanganan karhutla, Selasa, 8 September 2026.
Adapun di Kalimantan Selatan tercatat 21 titik api dengan luas lahan terbakar lebih dari 260 hektare. Kemudian di Riau terdapat 51 titik api dengan luas lahan terbakar lebih dari 309 hektare.
Sementara itu, Jambi mencatat 29 titik api dengan luas lahan terbakar sekitar 60 hektare. Sedangkan di Sumatera Selatan terdapat sembilan titik api dengan luas lahan terbakar hampir 400 hektare.
Kemudian, Berton menyebut kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah terdampak karhutla berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat.
Di Kalimantan Barat, kualitas udara disebut berada pada kategori berbahaya dengan jarak pandang kurang dari satu kilometer. Di Kalimantan Tengah, kualitas udara berada pada kategori sangat tidak sehat dengan jarak pandang sekitar 2,8 kilometer.
Sementara di Jambi, kualitas udara berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat dengan jarak pandang sekitar satu kilometer. Adapun Sumatera Selatan berada pada kategori tidak sehat dengan jarak pandang antara lima hingga delapan kilometer.
BNPB bersama unsur terkait terus melakukan penanganan melalui operasi darat dan udara. Upaya tersebut meliputi pemadaman oleh Satgas darat, patroli udara, water bombing, hingga operasi modifikasi cuaca.
Berdasarkan prediksi sebaran polutan dari BMKG pada 8 September 2026, konsentrasi polutan masih terlihat cukup pekat di wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Sebaran polutan juga terpantau di Jambi dan Sumatera Selatan serta sebagian wilayah Papua. Kondisi serupa diprediksi masih terjadi pada Rabu, 9 September 2026.
BNPB pun mengimbau masyarakat di wilayah terdampak karhutla untuk menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah. Masyarakat juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan untuk menghindari gangguan kesehatan akibat paparan asap dan polutan.
Selain itu, BNPB mengingatkan masyarakat tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membakar sampah maupun membuang puntung rokok yang masih menyala.
Masyarakat yang melakukan aktivitas wisata alam atau camping juga diminta memastikan api telah padam sepenuhnya sebelum meninggalkan lokasi.
"Setitik sekecil apapun titik bara yang ada berpotensi menimbulkan kebakaran," ucapnya
BNPB meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api, potensi kebakaran, maupun kondisi kedaruratan lainnya melalui Call Center BNPB 117, BPBD, atau instansi terkait.










