TVRINews, Jakarta
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui data korban gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026 dengan magnitudo 7,7.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan hingga pembaruan data terbaru terdapat 48 orang meninggal dunia akibat dampak langsung gempa.
'Per hari ini jumlah yang meninggal akibat gempa bumi tersebut sebanyak 48 orang, ini adalah warga yang terdampak langsung oleh gempa bumi," kata Berton dalam konferensi pers, Selasa, 8 September 2026.
Selain korban meninggal akibat dampak langsung, BNPB mencatat 87 orang meninggal dunia akibat dampak tidak langsung dari bencana gempa tersebut.
BNPB juga terus melakukan penanganan dan pendistribusian bantuan bagi masyarakat terdampak. Hingga saat ini, sebanyak 2.165 ton bantuan telah disalurkan ke NTT melalui jalur Labuan Bajo dan Maumere.
"Bantuan tersebut disampaikan melalui Labuan Bajo dan juga Maumere. Untuk Labuan Bajo kami sudah menyampaikan 1.379 ton dan untuk Maumere 652 ton," ujarnya.
Sementara itu, data awal BNPB mencatat sebanyak 98.986 rumah mengalami kerusakan akibat gempa. Kerusakan tersebut terbagi dalam kategori rusak berat, sedang, dan ringan.
Namun, BNPB masih melakukan verifikasi terhadap laporan kerusakan rumah untuk memastikan data yang akurat. Hingga saat ini, sebanyak 51.591 rumah telah diverifikasi.
Dari jumlah tersebut, 2.382 rumah masuk kategori rusak berat, 7.276 rusak sedang, dan 14.177 rusak ringan. Sedangkan 27.756 rumah yang sebelumnya dilaporkan mengalami kerusakan dinyatakan tidak masuk kriteria kerusakan setelah dilakukan verifikasi di lapangan.
Lebih lanjut, Berton menyampaikan bahwa proses verifikasi masih terus dilakukan. BNPB nantinya akan menggunakan data yang telah dipastikan pemerintah daerah berdasarkan nama dan alamat atau by name by address sebagai dasar penanganan selanjutnya.
"Verifikasi ini masih tetap berlanjut hingga pada akhirnya nanti kami akan memperoleh angka yang pasti setelah dari pemimpin daerah memberikan keputusan by name by address kepada BNPB," jelasnya.
Selain rumah warga, gempa juga menyebabkan kerusakan pada fasilitas publik. BNPB mencatat 712 fasilitas pendidikan, 157 fasilitas kesehatan, dan 663 unit perkantoran mengalami kerusakan. BNPB memastikan penanganan terhadap dampak gempa di NTT masih terus dilakukan bersama pemerintah daerah dan unsur terkait.










