TVRINews, Jakarta
Jajaran menteri Kabinet Merah Putih menghadiri Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026. Kehadiran para pembantu presiden ini guna mendampingi dan mengikuti langsung pidato Presiden RI Prabowo Subianto yang memaparkan dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun Anggaran 2027.
Rapat Paripurna Ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 ini dipimpin langsung oleh Ketua DPR RI Puan Maharani didampingi para Wakil Ketua DPR seperti Sufmi Dasco Ahmad dan Saan Mustopa. Berdasarkan catatan kesekretariatan, rapat paripurna ini dinyatakan kuorum karena dihadiri oleh 451 anggota dewan dari seluruh fraksi.

Presiden Prabowo Subianto tiba di Gedung Nusantara Kompleks Parlemen sekitar pukul 09.32 WIB dengan disambut oleh Ketua DPR RI Puan Maharani dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Momentum ini mencetak sejarah baru dalam sistem ketatanegaraan Indonesia, karena Prabowo menjadi presiden pertama yang membacakan langsung dokumen arah kebijakan fiskal tahunan, agenda yang biasanya didelegasikan kepada Menteri Keuangan.

Di dalam ruang sidang, barisan kursi undangan dipadati oleh jajaran pejabat tinggi Kabinet Merah Putih, mulai dari menteri koordinator hingga jajaran menteri teknis. Kehadiran mereka menunjukkan soliditas dan komitmen penuh pemerintah dalam mengawal rancang bangun APBN 2027 sejak tahapan paling awal.
Tidak hanya jajaran menteri, sejumlah ketua umum partai politik pendukung pemerintah juga tampak hadir memberikan dukungan moril di area khusus dalam ruang rapat.
Ketua DPR RI Puan Maharani saat membuka persidangan menyampaikan pandangannya mengenai signifikansi agenda ini bagi arah pembangunan nasional ke depan. Ia menegaskan bahwa kehadiran langsung kepala negara menjadi sinyal kuat keseriusan pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat.
Menurut Puan, kehadiran Bapak Presiden dalam menyampaikan KEM-PPKF Tahun 2027 menjadi momentum yang penting dan strategis. Langkah tersebut menegaskan bahwa rancang bangun APBN 2027 diarahkan untuk memberikan manfaat nyata yang sebesar-besarnya bagi seluruh rakyat Indonesia. Dokumen ekonomi makro tahunan ini memuat visi besar untuk meningkatkan kesejahteraan hidup dan memberikan kemudahan bagi masyarakat.
Pemaparan KEM-PPKF ini merupakan putaran awal dari rangkaian pembahasan APBN 2027 sebelum nantinya dokumen Nota Keuangan secara resmi dibacakan oleh Presiden pada 16 Agustus mendatang. Melalui pidato langsung ini, Presiden Prabowo memaparkan sejumlah asumsi dasar ekonomi makro, target pertumbuhan ekonomi nasional, serta sasaran pembangunan kualitas hidup masyarakat untuk tahun anggaran 2027.










