TVRINews, Riau
Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Terusan, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau, memasuki hari ketujuh. Tim gabungan masih berjibaku memutus pergerakan api yang membakar lahan gambut seluas sekitar 642,3 hektare.
Pemadaman dilakukan dari darat dan udara. Sebanyak 287 personel gabungan dikerahkan, terdiri dari Polri, TNI, BPBD, pemadam kebakaran, Regu Pemadam Kebakaran perusahaan, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA).
Operasi pemadaman dipimpin Ps Kabag Ren Polres Pelalawan, Kompol Akhmad Z Rofiqi, bersama Kapolsek Pangkalan Kerinci Kompol Shilton dan Kalaksa BPBD Pelalawan Tengku Zulfan.
Rofiqi mengatakan tim saat ini memprioritaskan penyekatan untuk menghentikan laju api, terutama pada bagian ujung area terbakar yang berpotensi menjadi jalur rambatan baru.
“Fokus kami adalah memutus jalur api melalui penyekatan dan pendinginan. Karena kondisi lahan gambut dan keterbatasan sumber air, dukungan water bombing sangat dibutuhkan untuk mempercepat penanganan,” ujar Rofiqi dalam keterangannya, Minggu, 30 Agustus 2026.
Kondisi lapangan menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Kemarau panjang membuat sumber air terbatas, sementara akses menuju titik kebakaran tidak seluruhnya mudah dilalui. Tiupan angin yang cukup kencang juga membuat api berpotensi bergerak cepat dari arah utara menuju selatan.
Untuk mendukung operasi dari udara, satu unit helikopter water bombing milik BPBD Provinsi Riau dikerahkan untuk menjatuhkan air ke titik-titik yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Selain helikopter, satu unit drone surveillance digunakan untuk memantau kondisi kebakaran dari udara dan membantu petugas menentukan titik prioritas pemadaman.
Di darat, sejumlah peralatan dikerahkan untuk mempercepat penanganan. Enam alat berat milik perusahaan disiagakan untuk membantu membuat sekat dan kanal guna membatasi pergerakan api sekaligus mempertahankan kelembapan lahan.
Petugas juga menggunakan 18 mesin mini striker, satu pompa induk berkapasitas 25 HP, dua mesin maxtree, serta dua mesin Sibahura. Puluhan rol selang digunakan untuk mengalirkan air ke area yang terbakar.
Selain penyiraman dan pendinginan, tim membuat sekat kanal dan embung darurat sebagai jalur pembatas sekaligus tempat penampungan air. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko api kembali menjalar di kawasan gambut.
Pemerintah Kabupaten Pelalawan juga berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Riau untuk memperkuat dukungan udara, termasuk mengupayakan tambahan helikopter water bombing.
Di sisi lain, kepolisian mulai mengumpulkan informasi dan bahan keterangan dari lokasi kebakaran. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui penyebab munculnya api dan memastikan apakah terdapat unsur kelalaian maupun faktor lain yang menyebabkan karhutla meluas.
“Selain penanganan kebakaran, kami juga melakukan pengumpulan bahan dan keterangan di lapangan. Penyebab kebakaran masih dalam proses pendalaman,” kata Rofiqi.
Hingga Minggu, proses pemadaman masih berlangsung. Tim gabungan terus melakukan penyekatan, penyiraman, dan pendinginan untuk mencegah api meluas ke kawasan permukiman maupun perkebunan di sekitar lokasi.
Situasi di lokasi dilaporkan masih aman dan terkendali, sementara petugas tetap bersiaga mengantisipasi munculnya titik api baru.










