TVRINews, Bogor
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon meresmikan Pekan Seni Media (PSM) Rupakala 2026 di Gedung Tegar Beriman, Kabupaten Bogor. Festival ini menjadi ruang bagi seniman untuk mengeksplorasi perkembangan teknologi, menghadirkan inovasi artistik, serta memperluas akses masyarakat terhadap seni rupa kontemporer.
Dalam sambutannya, Fadli Zon menyampaikan bahwa perkembangan teknologi telah membuka peluang lebih luas bagi para seniman untuk mengembangkan kreativitas melalui beragam medium seni, mulai dari lukisan, patung, fotografi, dan film hingga video art, animasi, seni bunyi, instalasi multimedia, serta karya interaktif.
“Masyarakat perlu memahami bahwa seni media tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi, tetapi juga bagaimana seniman menciptakan bahasa artistik baru, menafsirkan pengalaman manusia, mengolah pengetahuan, serta membangun interaksi dengan publik,” ujar Fadli Zon, Selasa, 27 Oktober 2026.
Menurutnya, perkembangan seni media perlu berjalan beriringan dengan pelestarian tradisi dan warisan budaya. Tradisi dan inovasi bukanlah dua hal yang bertentangan, melainkan dapat saling memperkuat dalam melahirkan karya seni kontemporer yang berakar pada identitas budaya Indonesia.
Fadli Zon juga menyoroti konsep kuratorial Bogor Sebagai Mandala yang digagas kurator festival, Hafiz Rancajale. Konsep tersebut menempatkan Bogor sebagai ruang pertemuan sejarah, budaya, pengetahuan manusia, dan lingkungan, dengan perspektif yang terhubung dari konteks lokal hingga kawasan Asia Tenggara.
“Melalui perspektif seni, gagasan tersebut mengajak masyarakat merenungkan hubungan antara ruang, alam, dan memori kolektif dalam membentuk pemikiran serta kebudayaan,” tuturnya.
Sementara itu, Manajer Festival Pekan Seni Media, Vicky Rosalina, mengatakan PSM Rupakala 2026 melibatkan beragam pelaku seni, komunitas, kolektif, dan institusi untuk menghadirkan pengalaman seni rupa kontemporer yang lebih beragam bagi masyarakat.
“Melalui pameran ini, pengunjung dapat mengenal berbagai medium artistik sekaligus berinteraksi dengan praktik seni rupa kontemporer dalam konteks ruang publik,” kata Vicky.
PSM Rupakala 2026 diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan melalui skema Dana IndonesiaRaya bersama LPDP, dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Bogor. Festival ini berangkat dari aspirasi para pelaku seni dan budaya yang membutuhkan ruang lebih luas untuk berekspresi, berkarya, dan menjangkau publik.
Dalam penyelenggaraan di Bogor, PSM Rupakala melibatkan sekitar 80 seniman, 10 komunitas, kolektif, dan institusi, serta menghadirkan 45 aktivasi seni. Keterlibatan berbagai pihak tersebut diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antarpelaku seni sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam perkembangan seni kontemporer.
Pemilihan Bogor sebagai lokasi penyelenggaraan juga menjadi upaya memperluas ekosistem seni di luar kota-kota besar. Melalui festival ini, ruang presentasi karya diharapkan semakin terbuka dan masyarakat memiliki kesempatan lebih luas untuk mengenal berbagai bentuk ekspresi seni media.
Peresmian PSM Rupakala 2026 turut dihadiri Bupati Bogor Rudy Susmanto, Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara, anggota DPRD Kabupaten Bogor Ricky Kurniawan, serta Kurator Festival Pekan Seni Media Hafiz Rancajale.
Fadli Zon didampingi jajaran Kementerian Kebudayaan, di antaranya Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Ahmad Mahendra, Inspektur Jenderal Fryda Lucyana, serta sejumlah pejabat pimpinan tinggi dan direktur terkait.
Penyelenggaraan di Bogor menjadi bagian pertama dari rangkaian PSM Rupakala 2026. Selanjutnya, festival ini direncanakan hadir di Indarung Heritage Society, Sumatra Barat, dan Kota Pontianak, Kalimantan Barat.
Melalui rangkaian tersebut, Kementerian Kebudayaan berharap PSM Rupakala dapat memperluas apresiasi masyarakat terhadap seni media, memperkuat kolaborasi lintas daerah, serta membuka ruang bagi lahirnya gagasan dan kreativitas baru dalam perkembangan seni dan kebudayaan Indonesia.










