TVRINews, Jakarta
ASDP Indonesia Ferry memastikan layanan penyeberangan di Aceh tetap berjalan lancar melalui penyesuaian pola operasi dan optimalisasi armada yang tersedia. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga konektivitas antarpulau sekaligus memastikan mobilitas masyarakat serta distribusi kebutuhan pokok tidak terganggu.
Layanan penyeberangan di Aceh memiliki peran strategis karena tidak hanya menjadi sarana transportasi bagi masyarakat, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi daerah. Jalur penyeberangan tersebut menjadi penghubung distribusi logistik, perdagangan, pariwisata, hingga berbagai kebutuhan sosial masyarakat di wilayah kepulauan.
Saat ini, lintasan Ulee Lheue–Balohan dilayani oleh KMP BRR. Sementara KMP Papuyu dioperasikan untuk melayani rute Ulee Lheue–Lamteung dan Ulee Lheue–Serapung. Penyesuaian operasional dilakukan sebagai upaya menjaga keberlangsungan pelayanan dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa.
Corporate Secretary ASDP Indonesia Ferry, Windy Andale, menegaskan perusahaan terus berupaya menjaga kualitas layanan melalui pemanfaatan armada yang tersedia secara optimal.
“Kami memastikan layanan penyeberangan di Aceh tetap berjalan dengan baik melalui optimalisasi armada operasional. Penyesuaian jadwal yang dilakukan merupakan langkah untuk menjaga kesinambungan pelayanan tanpa mengurangi komitmen kami terhadap keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jasa,”kata Windy dalam keterangan tertulis, Kamis, 18 Juni 2026.
Tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan penyeberangan tercermin dari data operasional sepanjang tahun ini. Sejak Januari hingga 15 Juni 2026, lintasan Ulee Lheue–Balohan telah melayani 1.258 perjalanan dengan total 184.512 penumpang dan 87.777 kendaraan dari berbagai kategori.
Adapun selama periode 1–15 Juni 2026, tercatat sebanyak 94 perjalanan di lintasan tersebut yang mengangkut 16.475 penumpang dan 9.347 kendaraan.
Dalam skema layanan yang berlaku saat ini, KMP BRR melayani keberangkatan dari Pelabuhan Ulee Lheue pada pukul 11.00 WIB dan 17.00 WIB. Sementara dari Pelabuhan Balohan, kapal beroperasi pada pukul 08.00 WIB dan 14.00 WIB.
Layanan Masih Terkendali
General Manager ASDP Cabang Banda Aceh, Andri Setiawan, memastikan operasional penyeberangan masih berjalan terkendali meskipun terdapat penyesuaian frekuensi pelayaran.
“Secara umum, layanan penyeberangan masih berjalan normal,”ungkap Andri.
ASDP juga mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan lebih baik, termasuk memperhatikan informasi terbaru terkait jadwal keberangkatan. Pengguna jasa disarankan datang lebih awal ke pelabuhan guna mengantisipasi antrean maupun peningkatan jumlah penumpang.
Perusahaan akan terus melakukan evaluasi terhadap pola operasi yang diterapkan agar kebutuhan transportasi masyarakat tetap terpenuhi. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen menjaga konektivitas antarpulau di Aceh serta mendukung aktivitas ekonomi daerah secara berkelanjutan.
“ASDP berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan yang andal, aman, dan prima bagi seluruh pengguna jasa penyeberangan di Aceh,”tutur Windy.










