TVRINews, Jakarta
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dinilai memiliki manfaat jangka panjang, tidak hanya bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), tetapi juga bagi penguatan perekonomian masyarakat di pedesaan.
Tenaga Ahli Bakom RI, Hariqo Satria, mengatakan MBG berkaitan erat dengan kualitas generasi mendatang. Pemenuhan kebutuhan gizi anak, menurutnya, perlu dipandang sebagai investasi untuk membentuk generasi yang sehat dan produktif.

“Program seperti MBG tidak bisa semata-mata dilihat sebagai pengeluaran. Ini adalah investasi kita untuk 20 tahun yang akan datang, untuk Generasi Emas 2045,” ujar Hariqo dalam keterangan yang diterima tvrinews, Kamis, 24 September 2026.
Ia menjelaskan, kondisi gizi anak saat ini dapat memengaruhi kesehatan dan produktivitas masyarakat pada masa depan. Investasi di bidang gizi dan kesehatan juga dinilai dapat membantu mengurangi beban kesehatan sekaligus meningkatkan kualitas SDM.
Sementara itu, KDMP diarahkan untuk menggerakkan perekonomian di tingkat desa melalui pemangkasan rantai pasok dan peningkatan perputaran uang di daerah. Koperasi dinilai dapat membuka akses pasar yang lebih baik bagi petani dan pelaku usaha desa.
“Koperasi Desa Merah Putih ini membuat para petani yang selama ini tidak sejahtera karena adanya tengkulak bisa langsung dibeli oleh koperasi. Jadi, rantai pasoknya dipotong,”jelasnya.
Hariqo menilai penguatan ekonomi desa diperlukan agar masyarakat tidak sepenuhnya bergantung pada pusat-pusat ekonomi di perkotaan. Koperasi diharapkan dapat membuka peluang ekonomi bagi petani, peternak, nelayan, pekebun, hingga pelaku UMKM.
“Program ini untuk kesejahteraan masyarakat kita di desa-desa dan agar uang lebih banyak berputar di desa, tidak hanya berputar di kota,”tandasnya.
Menurutnya, MBG dan KDMP juga memiliki peluang untuk saling mendukung dalam membangun ekosistem ekonomi lokal. Kebutuhan bahan pangan untuk program MBG dapat dipenuhi dari produksi masyarakat sekitar, sementara koperasi dapat membantu menghubungkan produsen dengan pasar.
Dengan pola tersebut, manfaat program diharapkan tidak hanya dirasakan penerima makanan bergizi, tetapi juga dapat memberikan dampak ekonomi kepada petani, peternak, nelayan, pelaku UMKM, dan keluarga di desa.
Hariqo menambahkan, pengawasan tetap diperlukan untuk memastikan pelaksanaan kedua program berjalan tepat sasaran. Kritik dan evaluasi juga dibutuhkan, disertai peningkatan kapasitas SDM agar manfaat MBG dan KDMP dapat dirasakan masyarakat secara luas dan berkelanjutan.










