TVRINews, Jambi
Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) membuka kesempatan bagi Anak Tidak Sekolah (ATS) yang terkendala kondisi ekonomi dan geografis untuk kembali menempuh pendidikan formal. Program yang dikoordinasikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tersebut dilaksanakan melalui sekolah induk dan sekolah mitra, termasuk di Kabupaten Bungo, Jambi.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengapresiasi pelaksanaan PJJ saat meninjau pembelajaran di SMAN 1 Bungo, Jambi.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung proses pembelajaran sekaligus memberikan motivasi kepada murid angkatan pertama yang mengikuti PJJ.
Fajar menjelaskan, PJJ yang dikoordinasikan Kemendikdasmen merupakan bagian dari pendidikan formal.
Para murid terdaftar pada sekolah induk, yakni SMA Negeri 10 Jambi, dan berhak memperoleh ijazah setelah menyelesaikan pendidikan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Nanti adik-adik resmi menjadi murid SMA yang terdaftar di sekolah induk di Kota Jambi. Nilainya sama, kualitasnya sama,”kata Fajar dalam keterangan tertulis, dikutip, Minggu, 9 Agustus 2026.
Ia juga mengingatkan masyarakat yang memenuhi persyaratan untuk memanfaatkan kesempatan pendaftaran PJJ yang dibuka hingga 30 Agustus mendatang.
Tetap Sekolah Sambil Membantu Ekonomi Keluarga
Pelaksanaan PJJ dirasakan langsung oleh sejumlah murid yang sebelumnya tidak melanjutkan sekolah. Di antaranya Yanita Franselina Manik, Muhammad Ali Imron, dan Renaldi Pratama.
Ketiganya memilih mengikuti PJJ karena harus membantu perekonomian keluarga, namun tetap memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan.
Yanita berharap PJJ dapat membantunya memperoleh ijazah sekaligus menjadi pribadi yang lebih baik.
Sementara itu, Renaldi Pratama menceritakan pengalamannya membagi waktu antara belajar dan bekerja sebagai pencuci motor sejak lulus SMP. Meski memperoleh pendapatan rata-rata Rp50.000 per hari, Renaldi tetap ingin melanjutkan pendidikan demi meraih masa depan yang lebih baik.
“Harapan saya bisa dimudahkan dapat ijazah sambil tetap bisa bekerja,”ungkap Renaldi.
Adapun Muhammad Ali Imron optimistis dapat mengikuti pembelajaran jarak jauh sambil mengejar cita-citanya. Setelah sempat tidak bersekolah selama setahun, Imron ingin kembali belajar dan kelak berkontribusi bagi daerahnya.
“Saya ingin mempermudah dapat kerja, dan mungkin bisa jadi Bupati, itu tidak mustahil,”ujar Imron.
Pemprov Jambi Dukung PJJ melalui Pro-Jambi Cerdas
Di tingkat daerah, Pemerintah Provinsi Jambi turut mendukung pelaksanaan PJJ melalui program Pro-Jambi Cerdas.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Umar, mengatakan program tersebut menyediakan perlengkapan sekolah seperti pakaian, tas, buku, dan sepatu bagi murid dari keluarga prasejahtera yang telah terdata.
“Kami mengapresiasi inovasi Kemendikdasmen ini dan telah melakukan berbagai upaya jemput bola, termasuk sosialisasi door-to-door ke kantor desa hingga tingkat RT guna menjaring ATS,”kata Umar.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Bungo, Lugimin, mengatakan sekolahnya sebagai sekolah mitra terus berkoordinasi dengan SMA Negeri 10 Jambi sebagai sekolah induk.
Dinas pendidikan bersama sekolah juga menyebarluaskan informasi PJJ melalui media sosial serta jaringan perangkat desa di 17 kecamatan di Kabupaten Bungo.
“Kami berupaya meyakinkan masyarakat bahwa ijazah yang diterima nantinya benar-benar resmi dari SMA negeri di Kota Jambi,”ungkap Lugimin.
Pada akhir kunjungan, Fajar mendorong dinas pendidikan dan sekolah meningkatkan dukungan infrastruktur teknologi serta kompetensi guru pendamping.
Umar menyampaikan, Pemerintah Provinsi Jambi akan menganggarkan pengadaan cloud server dan pelatihan pembuatan konten video pembelajaran bagi pendidik pada tahun depan.
Dukungan tersebut diharapkan membuat pelaksanaan PJJ berjalan lebih optimal, sehingga murid tetap memperoleh pendampingan belajar selama menempuh pendidikan formal.









