TVRInNews – Jakarta
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dan Dubes Swedia Bahas Alih Teknologi hingga Keamanan Siber
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertahanan (Kemhan) mempertegas langkah modernisasi kekuatan militer melalui penguatan kemitraan strategis dengan Swedia.
Kolaborasi ini mencakup alih teknologi industri pertahanan tingkat lanjut serta penguatan sistem keamanan siber nasional.
Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, menerima kunjungan resmi Duta Besar Swedia untuk Indonesia, H.E. Daniel Blockert, di Kantor Kemhan, di Jakarta, guna memperluas cakupan kerja sama yang telah terjalin selama satu dekade terakhir.
Transformasi Industri dan SDM Pertahanan
Dalam diskusi tersebut, Menhan Sjafrie menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program pendidikan dan pelatihan bagi personel militer Indonesia di Swedia.
Selaras dengan visi Indonesia untuk membangun kemandirian industri pertahanan melalui adopsi teknologi Barat yang mutakhir.
Selain pengembangan kapasitas personel, kedua pihak secara intensif membahas potensi investasi dalam pengembangan teknologi pertahanan asimetris dan modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista).
Swedia, yang dikenal dengan keunggulan teknologi kedirgantaraan dan maritim melalui perusahaan global seperti SAAB, dipandang sebagai mitra strategis yang memiliki visi serupa dalam menjaga kedaulatan wilayah.
Respons terhadap Dinamika Geopolitik.
Di tengah eskalasi tantangan global, pertemuan ini juga menyentuh isu krusial mengenai keamanan siber dan dinamika geopolitik kawasan.
Menhan Sjafrie dan Dubes Blockert sepakat bahwa kolaborasi lintas batas diperlukan untuk memitigasi ancaman digital yang semakin kompleks.
"Pertemuan tersebut membahas upaya melanjutkan dan meningkatkan kerja sama pertahanan, termasuk potensi pengiriman personel untuk pendidikan dan pelatihan, pengembangan teknologi, serta industri pertahanan," demikian kutipan resmi Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Setjen Kemhan Kamis 14 Mei 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Menhan Sjafrie didampingi oleh pejabat teras Kemhan, di antaranya Irjen Kemhan Mayjen TNI Bagus Suryadi Tayo dan Direktur Kerja Sama Pertahanan (Dirkersinhan) Ditjen Strahan Kemhan.
Kehadiran para petinggi teknis ini menunjukkan komitmen serius Indonesia dalam mengeksekusi poin-poin kesepakatan menjadi program kerja nyata.
Penguatan hubungan RI-Swedia pada Mei 2026 ini diprediksi akan mempercepat target Minimum Essential Force (MEF) Indonesia, sekaligus memperkokoh posisi Jakarta dalam peta diplomasi pertahanan di kawasan Indo-Pasifik.










