TVRINews – Puncak Jaya, Papua Tengah
Satgas Yonif 136 Bagikan Pakaian dan Sepatu bagi Warga Kalome
Di tengah dinginnya lanskap dataran tinggi Puncak Jaya, sebuah momen hangat tercipta antara prajurit TNI dan masyarakat lokal.
Personel Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 136/Tuah Sakti melakukan pendekatan humanis dengan menyambangi pemukiman warga di Distrik Kalome, Papua Tengah.
Dalam upaya mempererat ikatan persaudaraan melalui pemberian bantuan langsung berupa pakaian layak pakai dan sepatu.
Bagi warga di pedalaman, bantuan ini merupakan dukungan nyata untuk menunjang aktivitas keseharian mereka yang dinamis di wilayah pegunungan.
Sentuhan Humanis di Garis Depan
Kegiatan yang dipimpin oleh Serda Muhammad Sum ini dilakukan dengan metode door-to-door. Para prajurit berjalan menyusuri bukit untuk memastikan bantuan sampai langsung ke tangan keluarga yang membutuhkan.
Pendekatan ini mencerminkan sisi lembut dari kehadiran militer di wilayah perbatasan, di mana empati menjadi jembatan komunikasi yang paling efektif.
Danpos Kalome, Lettu Inf Jeril Wiputra, S.Tr.Han., menegaskan bahwa kehadiran TNI di tanah Papua mengemban misi ganda: menjaga kedaulatan sekaligus menjadi pelayan masyarakat.
"Kehadiran kami bukan hanya tentang menjaga stabilitas keamanan, tetapi tentang bagaimana kehadiran ini membawa manfaat nyata. Kami ingin hubungan ini tumbuh secara alami dan harmonis, memperkuat rasa kebersamaan untuk membangun Papua yang lebih baik," ujar Lettu Inf Jeril Wiputra dikutip Lamas Resmi TNI Kamis 14 Mei 2026.
Membangun Masa Depan Bersama
Sambutan hangat dari warga Distrik Kalome menjadi sinyal positif terhadap kehadiran Satgas Yonif 136.
Di balik pemberian sepasang sepatu atau sepotong pakaian, terdapat pesan mendalam mengenai pengakuan atas harkat dan martabat sesama anak bangsa.
Langkah teritorial ini diharapkan dapat terus memupuk kepercayaan masyarakat terhadap aparatur negara.
Keharmonisan yang tercipta di Kalome menjadi potret kecil dari harapan besar akan perdamaian dan kemajuan berkelanjutan di Bumi Cenderawasih.
Melalui aksi-aksi kemanusiaan yang konsisten, TNI berupaya membuktikan bahwa mereka bukan sekadar penjaga garis batas, melainkan bagian dari keluarga besar masyarakat Papua.










