TVRINews, Jakarta
Televisi kini tidak lagi sekadar menjadi layar untuk menyaksikan berita dan berbagai program siaran. Melalui inovasi terbaru yang dikembangkan, TVRI mulai menjadikan layar televisi sebagai pintu masuk bagi masyarakat untuk mendapatkan berbagai informasi dan layanan publik.
Inovasi tersebut diwujudkan melalui Layanan Publik TVRI, sebuah layanan berbasis QR Code yang dapat ditampilkan pada layar siaran TVRI. Pemirsa cukup memindai QR Code menggunakan telepon seluler untuk terhubung dengan berbagai informasi publik yang tersedia secara digital.
Gagasannya sederhana. TVRI memiliki kemampuan menjangkau masyarakat melalui siaran televisi, sementara hampir setiap orang saat ini memiliki telepon seluler yang terhubung dengan internet. Kedua kekuatan tersebut kemudian dipertemukan melalui QR Code.
Dengan cara ini, pemirsa tidak hanya menerima informasi dari tayangan yang sedang ditonton, tetapi dapat langsung mencari informasi lebih lanjut melalui telepon selulernya. QR Code dapat ditampilkan secara dinamis pada siaran TVRI, baik melalui layanan Free-to-Air (FTA) maupun OTT.

(Foto: TVRI Nasional)
Setelah dipindai, QR Code akan membawa pemirsa ke Landing Page Layanan Publik TVRI. Halaman ini dirancang sebagai pintu masuk menuju berbagai informasi yang disediakan kementerian, lembaga pemerintah pusat maupun daerah.
Berbagai kategori layanan dapat ditempatkan dalam satu halaman, mulai dari pangan, keamanan, kependudukan, kesehatan, keuangan, kebencanaan, pendidikan, penyiaran, perdagangan, sosial hingga statistik. Masyarakat tinggal memilih informasi yang dibutuhkan dan selanjutnya diarahkan menuju sumber informasi terkait.
Cara menggunakannya pun dibuat sesederhana mungkin. Ketika QR Code muncul di layar TVRI, pemirsa memindainya menggunakan smartphone. Dari sana, pengguna masuk ke Landing Page TVRI, memilih kategori yang diperlukan, kemudian melanjutkan ke laman kementerian atau lembaga penyedia informasi tersebut.
Menghubungkan Televisi dan Dunia Digital
Pengembangan Layanan Publik TVRI menjadi salah satu contoh bagaimana televisi linear dapat tetap relevan di tengah perubahan kebiasaan masyarakat dalam mengakses informasi.
TVRI tidak harus meninggalkan kekuatan siaran terestrial yang selama ini menjadi salah satu sarana utama menjangkau masyarakat. Sebaliknya, siaran televisi dapat dihubungkan dengan internet sehingga keduanya saling melengkapi.
Televisi memiliki kemampuan menyampaikan informasi kepada masyarakat secara luas pada saat yang sama. Internet memberikan ruang bagi masyarakat untuk mencari informasi lebih dalam sesuai kebutuhannya. QR Code menjadi penghubung di antara keduanya.
Pendekatan tersebut juga membuat transformasi digital TVRI tidak berhenti pada perubahan teknologi produksi dan distribusi siaran. Transformasi diarahkan sampai kepada bagaimana masyarakat memperoleh manfaat langsung dari layar TVRI.
Ke depan, konsep seperti ini membuka ruang yang cukup luas. Layar TVRI dapat menjadi titik akses untuk informasi kebencanaan, kesehatan, pendidikan, administrasi kependudukan, pangan, layanan sosial maupun berbagai informasi pemerintah lainnya.

(Foto: TVRI Nasional)
Bagi masyarakat, manfaatnya sederhana: informasi menjadi lebih dekat dan lebih mudah ditemukan. Sementara bagi TVRI, inovasi ini memperluas fungsi televisi publik dari media penyiaran menjadi bagian dari ekosistem pelayanan informasi publik.
Materi pengembangan layanan ini sejak awal menempatkan kemudahan masyarakat memperoleh informasi sebagai tujuan utama. TVRI berharap inovasi digital yang dikembangkan dapat memberikan semakin banyak manfaat kepublikan bagi masyarakat.










