TVRINews, Jakarta
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas dukungan nyata terhadap pengembangan dunia pesantren.
Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah pembentukan Direktorat Jenderal Pondok Pesantren (Ditjen Ponpes) di lingkungan Kementerian Agama.
"Secara khusus, kami juga menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo atas kebaikan yang nyata terhadap dunia pesantren diantaranya adalah pembentukan Direkturat Jeneral Pesantren dan dukungan bagi penguatan ekonomi pesantren," kata Nasaruddin dalam acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Lapangan Monas, Jakarta, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Nasaruddin mengatakan pembentukan Ditjen Pondok Pesantren merupakan langkah bersejarah karena untuk pertama kalinya pembinaan pesantren dilakukan melalui unit eselon I di Kementerian Agama.
"Sejak dahulu, pembinaan pondok pesantren hanya dilakukan setingkat Direktur Eselon II, tapi sekarang Bapak Presiden Prabowo meningkatkan menjadi Direktorat Jenderal," ujarnya.
Sebagai informasi, Direktorat Jenderal Pondok Pesantren resmi dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2026. Kehadiran direktorat jenderal baru ini bertujuan memperkuat peran pesantren dalam bidang pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.
Dengan pembentukan Ditjen Pondok Pesantren, pengelolaan pesantren dipisahkan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) agar pembinaan dapat dilakukan secara lebih fokus dan komprehensif.
Ke depan, Ditjen Pondok Pesantren tidak hanya menangani aspek pendidikan pesantren, tetapi juga akan memperkuat pengembangan ekonomi umat, pemberdayaan masyarakat pesantren, serta berbagai program yang menjadi kekhasan ekosistem pesantren di Indonesia.









