TVRINews, Jakarta
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan komitmennya untuk memastikan kebudayaan Betawi tetap menjadi bagian utama dalam pembangunan Jakarta menuju kota global.
Komitmen tersebut disampaikan Pramono saat menghadiri Milad ke-25 Forum Betawi Rempug (FBR) di Area Parkir C3 Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Pramono mengatakan, transformasi Jakarta menjadi kota global harus tetap berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap identitas, sejarah, dan nilai-nilai masyarakat Betawi.
Menurutnya, masyarakat Betawi memiliki peran penting dalam perjalanan Jakarta melalui nilai gotong royong, keterbukaan, toleransi, dan semangat kebangsaan. Nilai-nilai tersebut turut membentuk karakter Jakarta sebagai kota yang majemuk.
"Jakarta harus terus bergerak maju menuju kota global tanpa pernah kehilangan akar yang menjadi kekuatannya," ujar Pramono dalam keterangan tertulis, dikutip tvrinews.com dari laman Pemprov DKI Jakarta, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Lebih lanjut, ia menyebut Pemprov DKI Jakarta telah menjalankan sejumlah kebijakan untuk memperkuat kehadiran budaya Betawi dalam kehidupan kota. Di antaranya penggunaan busana adat Betawi dalam kegiatan resmi pemerintahan, penguatan ornamen dan nuansa Betawi di ruang publik, serta penyusunan kelembagaan adat masyarakat Betawi.
Langkah tersebut dilakukan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta.
Kemudian Pramono menekankan, penguatan budaya Betawi tidak hanya sebatas mempertahankan simbol budaya. Lebih dari itu, pemerintah ingin memperkuat peran masyarakat Betawi sekaligus memastikan nilai-nilai budaya dapat diwariskan kepada generasi muda.
Dalam kesempatan tersebut, Pramono juga mengapresiasi perjalanan FBR selama 25 tahun yang dinilai telah berkontribusi dalam merawat budaya Betawi, memperkuat kebersamaan, serta menjaga kondusivitas Jakarta.
Ia berharap FBR dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga persatuan dan melestarikan budaya Betawi.
"Kami berharap FBR terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga persatuan, melestarikan budaya Betawi, serta menumbuhkan rasa cinta generasi muda terhadap identitas budayanya," ungkapnya.
Sementara itu, rangkaian Milad ke-25 FBR diawali dengan doa lintas iman yang melibatkan perwakilan enam agama. Pramono menilai kegiatan tersebut mencerminkan semangat toleransi dan keberagaman yang menjadi kekuatan Jakarta.
"Keberagaman adalah kekuatan utama Jakarta. Semangat saling menghormati ini harus terus kita jaga bersama agar kota ini tetap aman, harmonis, dan terbuka bagi siapa saja," ucapnya.
Dengan demikian, Pramono menegaskan pembangunan Jakarta sebagai kota global tidak berarti meninggalkan identitas lokal. Budaya Betawi justru akan tetap menjadi salah satu akar penting dalam membentuk wajah Jakarta di masa depan.









