TVRINews, Jakarta
Pemerintah Indonesia dan Tiongkok menjajaki pengembangan pusat riset bersama berbasis kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) serta laboratorium AI untuk mendukung transformasi pendidikan dan penguatan kompetensi sumber daya manusia (SDM).
Penjajakan tersebut dibahas dalam pertemuan antara Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) dengan Director General of Education Pemerintah Provinsi Guangxi di Nanning, Tiongkok.
Staf Ahli Bidang Sumber Daya Berkualitas Kemenko PMK, Katiman yang memimpin delegasi Indonesia mengatakan, kerja sama pendidikan Indonesia-Tiongkok perlu terus diperkuat, khususnya melalui pemanfaatan teknologi AI.
"Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat keterkaitan antara dunia pendidikan dengan kebutuhan industri, sekaligus menghasilkan talenta yang adaptif terhadap perkembangan teknologi," ujar Katiman dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Salah satu yang didorong yakni pembentukan pusat riset bersama berbasis AI dan pengembangan laboratorium AI melalui kolaborasi perguruan tinggi terbaik di Indonesia dan Tiongkok.
Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat pemanfaatan AI dalam pendidikan, mulai dari jenjang pendidikan dasar, menengah, hingga pendidikan tinggi.
Selain pengembangan riset dan laboratorium AI, Indonesia dan Guangxi juga membahas pentingnya pengembangan ruang digital yang aman bagi peserta didik.
Katiman menilai penguatan kolaborasi pendidikan juga perlu diarahkan pada pendekatan yang lebih berorientasi pada kebutuhan atau demand driven. Dengan demikian, keterlibatan dunia industri dapat diperbesar dalam pengembangan pendidikan dan peningkatan kompetensi SDM.
Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat keterkaitan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri, sekaligus menghasilkan talenta yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Inisiatif pengembangan kerja sama AI ini menjadi tindak lanjut implementasi Surat Keputusan Bersama Tujuh Menteri tentang Pemanfaatan Teknologi Digital dan AI yang sebelumnya ditandatangani di Kemenko PMK.
Pemerintah Provinsi Guangxi menyambut baik berbagai potensi kerja sama tersebut. Kedua pihak sepakat menindaklanjuti hasil pertemuan melalui pembahasan teknis guna mempercepat implementasi berbagai program yang telah disepakati.
Pertemuan tersebut turut melibatkan perwakilan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Forum Direktur Politeknik Negeri se-Indonesia, Forum Pendidikan Vokasi se-Indonesia, serta perwakilan otoritas Technical and Vocational Education and Training (TVET), perguruan tinggi, dan politeknik di Provinsi Guangxi.









