TVRINews, Jakarta
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, mendorong wastra Nusantara menjadi instrumen diplomasi budaya Indonesia di tingkat internasional. Hal itu disampaikannya saat menerima audiensi perancang busana sekaligus entrepreneur Ivan Gunawan di Kantor Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas potensi industri fesyen berbasis budaya sebagai sarana memperkenalkan identitas Indonesia ke dunia sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif. Menurut Fadli Zon, kekayaan wastra Nusantara memiliki peluang besar untuk dipromosikan ke berbagai negara melalui kolaborasi dengan desainer internasional.
“Agar go international, kita bisa mempromosikan batik atau wastra ke belahan dunia lain. Melihat potensi wastra, sebetulnya negara-negara di Afrika belum banyak yang tersentuh oleh wastra kita, dan negara Afrika itu sangat potensial. Sebab, motif baju tradisional Afrika mirip dengan batik, sehingga ada kemiripan dari budayanya,” kata Menbud Fadli dalam keterangan yang diterima tvrinews melalui rilis Kemenbud, Kamis, 30 Juli 2026.
Selain memperluas promosi budaya, Fadli Zon juga menekankan pentingnya perlindungan kekayaan intelektual (Intellectual Property/IP) bagi para desainer yang menciptakan motif batik baru. Menurutnya, karya kreatif tersebut memiliki nilai ekonomi tinggi yang dapat memperkuat ekosistem budaya sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan bagi para pengrajin dan masyarakat.
Menteri Kebudayaan juga menyatakan dukungannya terhadap rencana peragaan busana yang akan digelar Ivan Gunawan. Kegiatan tersebut dinilai dapat menjadi media edukasi sekaligus mendorong generasi muda untuk semakin bangga mengenakan batik dan wastra Nusantara dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, pameran fesyen juga diyakini mampu menjembatani nilai-nilai tradisi dengan perkembangan mode modern.
Sementara itu, Ivan Gunawan menyambut baik peluang kolaborasi bersama Kementerian Kebudayaan dalam mengembangkan ekosistem fesyen berbasis wastra Nusantara. Ia menilai fesyen dapat menjadi sarana efektif untuk mengenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat luas.
“Tahun ini, dalam rangka euforia kemerdekaan Indonesia, kami juga berencana untuk membuat instalasi busana yang ditujukan untuk umum, sehingga pelajar, sekolah fesyen dan masyarakat bisa melihat keindahan wastra kita,” ungkap Ivan Gunawan.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Ahmad Mahendra, Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Industri Kebudayaan Anindita Kusuma Listya, serta Direktur Film, Musik, dan Seni Irini Dewi Wanti.
Menutup pertemuan, Fadli Zon berharap batik dan wastra Nusantara semakin dikenal sebagai identitas budaya Indonesia di dunia. Menurutnya, wastra tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga merepresentasikan filosofi dan kekayaan budaya bangsa yang dapat menjadi kekuatan diplomasi budaya Indonesia di kancah global.









