TVRINews, Jakarta
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengapresiasi terpilihnya siswa dari Sekolah Rakyat sebagai anggota Paskibraka tingkat nasional. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa latar belakang sosial dan ekonomi bukan penghalang untuk meraih prestasi.
Kendati demikian, ia mengaku belum mengetahui apakah Presiden Prabowo Subianto telah menerima informasi mengenai adanya anggota Paskibraka yang berasal dari Sekolah Rakyat. Ia menyebut kabar tersebut juga menjadi kejutan bagi pihak yang bertanggung jawab dalam proses penyelenggaraan Paskibraka.
“Sepertinya beliau belum tahu, karena memang kita juga belum secara detail melaporkan. Yang kedua, kami sendiri sebagai penanggung jawab juga surprise,” ujar Prasetyo pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Lebih lanjut, ia menerangkan jika proses seleksi Paskibraka dilakukan melalui tahapan yang berlangsung di 38 provinsi. Pemerintah, kata dia, tidak mengikuti setiap proses seleksi secara langsung sehingga informasi mengenai peserta yang lolos baru diketahui setelah seluruh tahapan berjalan.
Prasetyo menilai terpilihnya siswa Sekolah Rakyat menunjukkan bahwa mekanisme seleksi memberikan ruang yang sama bagi seluruh peserta. Kemampuan, kedisiplinan, serta kerja keras menjadi faktor yang lebih menentukan dibandingkan latar belakang keluarga.
“Semua berbasis kompetensi, semua berbasis kerja keras,” katanya.
Menurut Prasetyo, menjadi anggota Paskibraka, terlebih di tingkat nasional, bukan tugas yang ringan. Para peserta harus menjalani latihan fisik secara intensif sekaligus mempersiapkan mental untuk tampil dalam upacara yang disaksikan masyarakat luas.
Ia pun mengajak masyarakat memberikan apresiasi kepada para anggota Paskibraka yang telah menjalani proses tersebut. Prasetyo meminta pencapaian mereka tidak hanya dilihat dari kekurangan yang mungkin masih ada, tetapi juga dari kerja keras dan kesempatan yang telah mereka raih.
“Marilah kita semua lebih banyak memandang sesuatu itu dari sisi yang positif. Bahwa ada kekurangan, mungkin ada yang belum sempurna, tapi segala hal, profesi kita apa pun, bidang kita apa pun, itu segala sesuatunya perlu diapresiasi dan perlu kita hargai,” ujarnya.










