TVRINews, Jakarta
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie menegaskan bahwa kolaborasi internasional menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas, visibilitas, dan dampak riset Indonesia di tingkat dunia. Hal tersebut disampaikannya dalam ajang France–Indonesia Innovation 2026 yang digelar di Kedutaan Besar Prancis.
Pada kesempatan tersebut, Stella mengatakan kerja sama lintas negara tidak hanya memperluas jejaring ilmuwan Indonesia, tetapi juga meningkatkan peluang hasil penelitian nasional dimanfaatkan oleh komunitas ilmiah global. Menurutnya, kolaborasi menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat daya saing riset Indonesia.
Berdasarkan data yang dipaparkan, citation impact Indonesia saat ini berada di kisaran 0,8. Angka tersebut dapat meningkat menjadi sekitar 3,7 hingga 5,2 ketika peneliti Indonesia melakukan riset bersama mitra internasional.
“Kalau seorang ilmuwan Indonesia berkolaborasi dengan mitra internasional, angkanya meningkat ke sekitar 3,7 hingga 5,2. Jadi itu adalah efek multiplier yang besar ketika kita berkolaborasi,” ujar Stella kutip Rabu, 23 September 2026.
Ia menjelaskan, pengembangan ekosistem riset nasional harus dibangun melalui kolaborasi yang lebih luas, tidak hanya antara perguruan tinggi dan lembaga penelitian, tetapi juga dengan sektor industri. Dengan demikian, hasil riset dapat berkembang menjadi inovasi yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan dunia usaha.
Sejalan dengan itu, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus mengarahkan kebijakan pendanaan penelitian agar mendorong kemitraan dengan industri. Sekitar 50 persen skema hibah riset kini didedikasikan untuk proyek kolaboratif bersama sektor industri.
Dalam forum tersebut, Indonesia dan Prancis juga mulai menjajaki kerja sama pada bidang strategis, salah satunya keamanan siber. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas sumber daya manusia sekaligus mendorong pengembangan teknologi pertahanan berbasis inovasi.
“Kita sangat bersemangat tentang awal kolaborasi ini dan berharap hal ini dapat menghasilkan generasi baru orang-orang yang bekerja dan sangat berpengalaman dalam teknologi pertahanan,” kata Stella.
Melalui penguatan jejaring internasional, dukungan pendanaan, serta sinergi antara akademisi dan industri, Kemdiktisaintek menargetkan riset Indonesia semakin berdaya saing dan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di tingkat global.










