TVRINews, Jakarta
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan mengatakan, rencana penggratisan pendidikan tinggi masih dalam tahap pembahasan. Pemerintah masih mengkaji skema yang tepat agar kebijakan tersebut dapat dilaksanakan secara efektif.
Fauzan menyampaikan, pembahasan mengenai pendidikan tinggi gratis masih melibatkan sejumlah kementerian. Koordinasi juga telah dilakukan bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK).
“Masih terus kita godok, skemanya masih belum jadi. Hari ini baru koordinasi dengan Menko PMK. Kemendiktisaintek, Kemendikdasmen, dan Kementerian Agama, tetapi itu masih juga mencari format yang lebih efektif,” kata Fauzan saat menjawab pertanyaan awak media di Jakarta Pusat, Kamis, 22 Oktober 2026.
Ia menegaskan, pemerintah tetap berencana melaksanakan program tersebut. Namun, sejumlah variabel masih perlu dipertimbangkan untuk menentukan skema pelaksanaan yang sesuai.
“Ya, memang akan dilaksanakan, akan dilaksanakan. Tetapi kan masih banyak variabel yang harus dipertimbangkan, yang semangatnya gratis,” jelasnya.
Sementara itu, saat ditanya mengenai perkembangan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait dugaan kelebihan pembayaran pada program di lingkungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Fauzan belum memberikan penjelasan secara spesifik mengenai tindak lanjut temuan tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Fauzan juga menjelaskan program pemenuhan tenaga medis dan dokter spesialis gigi yang dibahas dalam kegiatan tersebut.
Menurut Fauzan, program itu dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya tenaga medis dan dokter spesialis di sejumlah daerah. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian masyarakat harus menempuh perjalanan jauh ke wilayah lain untuk mendapatkan penanganan medis.
Ia menilai, persoalan tersebut perlu ditangani melalui pemenuhan tenaga kesehatan secara bertahap agar masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan yang memadai di daerah masing-masing.










