TVRINews, Surabaya
Perguruan tinggi didorong untuk memperkuat transformasi pendidikan manajemen agar menghasilkan lulusan dengan kompetensi spesifik sesuai kebutuhan industri. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan daya saing lulusan sekaligus memperluas kontribusi sumber daya manusia dalam pembangunan nasional.
Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Badri Munir Sukoco, menyampaikan hal tersebut dalam Seminar Nasional Forum Manajemen Indonesia (FMI) 2026.
Badri mengungkapkan, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan pendidikan tinggi. Saat ini, jumlah mahasiswa terdaftar mencapai 11.495.000 orang. Sementara itu, bidang manajemen memiliki 21.651 dosen, termasuk 803 guru besar dan 7.072 dosen berpendidikan doktor.
Besarnya potensi tersebut, menurutnya, perlu diikuti dengan pembaruan pendidikan agar kompetensi lulusan sejalan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan sektor industri strategis.
Ia menilai, pengembangan keahlian manajemen perlu diarahkan pada berbagai sektor prioritas pembangunan nasional, mulai dari pangan, energi, maritim, kesehatan, digitalisasi, pertahanan, hilirisasi, industrialisasi, hingga material dan manufaktur maju.
“Ini peluang bagus, karena pemerintah saat ini tengah berfokus pada sovereignty, kemandirian. Saya yakin nanti akan ada banyak insentif-insentif bagi pengusaha yang ada di Indonesia,” kata Badri.
Menurutnya, kebutuhan tenaga profesional di bidang manajemen tidak terbatas pada sektor bisnis konvensional. Keahlian tersebut juga dibutuhkan untuk mendukung pengelolaan rumah sakit, pelabuhan, pertambangan, hingga berbagai sektor industri lainnya.
Karena itu, perguruan tinggi perlu menyiapkan lulusan dengan kompetensi yang lebih terarah. Pendekatan ini diharapkan dapat mempertemukan kebutuhan industri dengan kemampuan lulusan, sekaligus membuka peluang kontribusi yang lebih optimal bagi alumni yang belum memperoleh pekerjaan sesuai bidangnya.
“Akan jauh lebih bagus ketika transformasi bidang manajemen tadi, lulusannya cukup banyak. Di sisi lain, kita juga menyumbang alumni yang mungkin juga belum bisa berkontribusi optimal karena belum berkesempatan untuk bekerja. Kita bisa fokus, lulusan yang sangat spesifik akan bisa berkontribusi ke masing-masing bidang,” tuturnya.
Selain memperkuat kompetensi mahasiswa, Badri menekankan perlunya peningkatan kualitas tenaga pengajar. Perguruan tinggi harus memastikan dosen mampu mengikuti perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), yang semakin memengaruhi kebutuhan kompetensi di dunia kerja.
Kemdiktisaintek, lanjutnya, mendorong peningkatan keterampilan (upskilling) dan pelatihan kembali (reskilling) dosen melalui kebijakan yang turut diperhatikan dalam kontrak kinerja rektor.
“Kami minta di kontrak kinerja rektor, untuk reskilling dan upskilling dosen. Kalau nggak, ketika kecepatan teknologi ini, AI dan lain-lain, apa yang kita ajarkan pasti tidak akan relevan dengan mahasiswa yang Gen Z yang nantinya akan berkontribusi pada 5–10 tahun ke depan,” ujar Badri.
Badri menegaskan, penyesuaian pendidikan manajemen tidak harus dilakukan dengan membuka program studi baru. Perguruan tinggi dapat mengevaluasi kurikulum dan silabus, memperbarui metode pembelajaran, serta mengembangkan konsentrasi keahlian berdasarkan kebutuhan sektor industri.
Mahasiswa juga perlu dibekali keterampilan praktis, kemampuan sosial, tanggung jawab, etika, serta komunikasi agar mampu menghadapi tantangan profesional.
“Mahasiswa itu butuh practical skills, mahasiswa itu butuh social skills and responsibility, mahasiswa itu butuh ethics and values, mahasiswa itu butuh keterampilan berkomunikasi,” tegasnya.
Melalui langkah tersebut, Kemdiktisaintek berharap transformasi pendidikan manajemen dapat memperkuat keterkaitan antara perguruan tinggi dan dunia kerja. Pendidikan tinggi diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan dalam jumlah besar, tetapi juga sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri dan mampu mendukung pencapaian Indonesia Emas 2045.










