TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) menggelar Taklimat Media Penguatan Tata Kelola Pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 pada Kamis, 4 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat penyelenggaraan OSN agar berlangsung transparan, objektif, akuntabel, serta menjunjung tinggi nilai kejujuran dan integritas.
OSN 2026 merupakan ajang talenta bidang sains bagi peserta didik jenjang pendidikan dasar dan menengah. Kompetisi ini bertujuan mengembangkan potensi murid sejak dini, khususnya dalam kemampuan berpikir kritis, logis, dan kreatif.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menegaskan bahwa OSN bukan sekadar ajang kompetisi untuk mencari pemenang, tetapi juga sarana pembinaan karakter dan pengembangan potensi peserta didik.
“Prestasi sejati bukan hanya soal menjadi juara, tetapi bagaimana proses itu dijalani dengan kerja keras, disiplin, tanggung jawab, dan integritas. Karakter adalah fondasi utama dari prestasi,”ujar Suharti dalam keterangan tertulis, Kamis, 4 Juni 2026.
Ia menambahkan, pelaksanaan OSN 2026 merupakan bagian dari implementasi kebijakan Manajemen Talenta Murid serta standar penyelenggaraan ajang talenta nasional yang diatur dalam regulasi terbaru Kemendikdasmen. Menurutnya, kebijakan tersebut diharapkan mampu memperkuat pembinaan talenta secara lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.
Kepala Pusat Prestasi Nasional, Maria Veronica Irene Herdjiono, menyampaikan bahwa penyelenggaraan OSN 2026 diperkuat dengan sistem pengawasan berlapis untuk memastikan proses seleksi berjalan objektif dan kredibel.
“Kami terus memperkuat sistem pengawasan dan mitigasi risiko di setiap tahapan OSN. Setiap peserta harus mendapat kesempatan yang adil untuk berkompetisi secara sehat dan bermartabat,”ungkap Irene.
Pada OSN 2026, cabang lomba jenjang SD dan SMP meliputi Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Ilmu Pengetahuan Sosial. Sementara untuk jenjang SMA sederajat mencakup Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Informatika, Astronomi, Ekonomi, Kebumian, Geografi, serta ekshibisi Kecerdasan Artifisial.
Tahun ini, jumlah peserta OSN meningkat signifikan menjadi 941.692 peserta, naik sekitar 17 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 806.285 peserta. Peserta berasal dari 38 provinsi, 506 kabupaten/kota, serta Sekolah Indonesia Luar Negeri di enam negara.
Kemendikdasmen juga menekankan pemerataan akses bagi peserta dari wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) sebagai bagian dari komitmen menghadirkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.
Dari sisi pengawasan, OSN 2026 akan menerapkan mekanisme pengawasan silang, pemantauan oleh panitia pusat dan daerah, serta pemanfaatan siaran langsung atau rekaman video untuk wilayah dengan keterbatasan jaringan internet.
Melalui kegiatan taklimat media ini, Kemendikdasmen berharap seluruh pemangku kepentingan dapat bersinergi dalam mewujudkan OSN 2026 yang kredibel, profesional, transparan, dan berintegritas.










