TVRINews, Jakarta
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menegaskan seni rupa memiliki peran strategis dalam memperkuat posisi dan identitas budaya Indonesia di tingkat global.
Ia menyebut, seni tidak hanya menjadi bagian dari ekosistem ekonomi kreatif, tetapi juga berfungsi sebagai kekuatan lunak (soft power) yang mampu memperkenalkan Indonesia kepada dunia.
"Ekonomi kreatif saat ini tidak hanya berbicara tentang transaksi ekonomi, tetapi juga tentang bagaimana kreativitas menjadi soft power sebuah bangsa. Karya seni mampu membangun pengaruh, membuka dialog, dan memperkuat identitas budaya Indonesia di mata dunia," ujar Riefky dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Sabtu, 6 Juni 2026.
Menurutnya, di tengah perubahan global yang berlangsung cepat, seni menjadi medium penting untuk membangun koneksi antarmasyarakat, memperkaya perspektif, serta menjaga keberlanjutan nilai-nilai budaya.
Lebih lanjut, Riefky menilai tema ArtMoments Jakarta 2026, Intimacy of Offerings: Matter, Memory, and Connection, sangat relevan dengan kondisi saat ini. Tema tersebut mengajak masyarakat untuk kembali melihat pentingnya hubungan antarmanusia, memori budaya, dan nilai-nilai yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Kemudian, ia juga mengapresiasi konsistensi ArtMoments Jakarta yang terus menjadi ruang pertemuan bagi seniman, galeri, kolektor, kurator, dan pelaku industri kreatif dari berbagai negara.
"Kehadiran peserta internasional dalam ajang tersebut dinilai menunjukkan bahwa Indonesia semakin diperhitungkan dalam percakapan seni global," ucapnya.
ArtMoments Jakarta 2026 yang berlangsung pada 5–7 Juni menargetkan sekitar 25.000 pengunjung. Pameran ini menghadirkan sekitar 75 eksibitor dari 12 negara dan puluhan galeri seni terkemuka.
Salah satu daya tarik utama pameran adalah hadirnya karya-karya maestro seni rupa Indonesia, seperti S. Sudjojono, Affandi, dan Mochtar Apin.









