TVRINews, Jakarta
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya menegaskan subsektor kuliner masih menjadi tulang punggung ekonomi kreatif Indonesia. Karena itu, pemerintah terus mendorong pelaku usaha kuliner, khususnya UMKM, agar mampu meningkatkan daya saing dan menembus pasar global.
Hal tersebut disampaikan Riefky saat menghadiri pembukaan Festival Burger Dunia di Chillax Sudirman, Jakarta, Jumat, 5 Juni 2026. Menurutnya, festival kuliner tidak hanya menjadi ajang menikmati makanan, tetapi juga ruang promosi, kolaborasi, dan penguatan identitas produk kreatif Indonesia.

"Festival kuliner bukan sekadar tempat makan-makan, melainkan ruang promosi serta kolaborasi IP sebagai strategi dari ekonomi kreatif. Melalui ajang ini, kami di Kementerian Ekraf terus mendorong kolaborasi agar produk IP kuliner seperti burger bisa diberi sentuhan lokal yang unik, sehingga tetap relevan, memiliki identitas Indonesia, dan diminati generasi muda," ujar Riefky dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Sabtu, 6 Juni 2026.
Dalam kesempatan itu, Riefky bersama para tamu undangan turut mengikuti kegiatan "Makan Burger Bareng" sebagai tanda dibukanya festival secara resmi. Ia juga meninjau sejumlah stan pelaku usaha untuk melihat langsung inovasi dan kreativitas produk kuliner lokal.
Lebih lanjut, Riefky menilai kekuatan ekonomi kreatif saat ini banyak lahir dari komunitas dan generasi muda yang mampu berkolaborasi menciptakan ide-ide segar. Menurutnya, industri kuliner kini telah berkembang menjadi sektor yang tidak hanya mengandalkan cita rasa, tetapi juga kekuatan branding, konten digital, dan keterhubungan dengan konsumen.
"Kuliner bukan lagi sekadar soal memasak, melainkan industri kreatif besar yang melibatkan branding, konten digital, dan koneksi dengan audiens. Jangan takut memulai, kuncinya adalah kreatif, konsisten, dan terus membangun ekosistem bersama," ucapnya.
Kemudian, Riefky menyebut kuliner sebagai "raja" ekonomi kreatif Indonesia karena memberikan kontribusi terbesar dibanding subsektor lainnya. Saat ini, sektor kuliner menyumbang 40,27 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif atau hampir Rp648 triliun.
Selain itu, subsektor kuliner juga menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan jumlah mencapai 15,58 juta orang. Menariknya, lebih dari 57 persen tenaga kerja ekonomi kreatif berasal dari kalangan muda berusia di bawah 42 tahun.
Menurut Riefky, kegiatan seperti Festival Burger Dunia dapat menjadi sarana memperkuat ekosistem kuliner nasional sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antar pelaku industri. Dengan semakin banyak ruang promosi dan jejaring bisnis, diharapkan pelaku UMKM kuliner Indonesia dapat semakin berkembang dan mampu bersaing di pasar internasional.
Festival Burger Dunia berlangsung pada 5–7 Juni 2026 di Chillax Sudirman, Jakarta. Acara yang digelar tanpa biaya masuk ini menghadirkan 18 jenama kuliner, terdiri dari 17 UMKM dan satu franchise, dengan target kunjungan mencapai 10.000 orang selama tiga hari penyelenggaraan.










