TVRINews, Cilacap
Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka terus mendorong agar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Cilacap, Jawa Tengah, untuk terus mengembangkan usaha dan memperluas lapangan kerja melalui inovasi produk serta pemanfaatan potensi lokal.
Hal ini, disampaikan saat berdialog dengan pelaku UMKM binaan Pertamina di Gedung Patra Graha, PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) IV Cilacap pada Senin, 26 Oktober 2026 kemarin.
Pada kesempatan tersebut, ia juga mengapresiasi berbagai inovasi yang dilakukan pelaku UMKM, mulai dari pengolahan lidah buaya hingga pengembangan usaha budi daya kepiting lunak.
Menurutnya, kreativitas tersebut mampu meningkatkan nilai ekonomi sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Saya juga mengapresiasi kreativitas UMKM binaan Pertamina yang terus berinovasi, mengolah bahan menjadi produk bernilai tambah, dan membuka peluang usaha serta lapangan kerja,” ujarnya dalam keterangan yang diterima tvrinews.com pada Selasa, 27 Oktober 2026.
Pada kesempatan yang sama, salah satu pelaku UMKM, Novi Haryani, menjelaskan kelompoknya mendapatkan pembinaan dari Pertamina melalui pelatihan pengolahan lidah buaya.
Produk tersebut kata dia, dikembangkan menjadi minuman dan puding lidah buaya dengan merek Nata de Vera sebagai produk unggulan Kelompok Wanita Tani (KWT) Subur Lestari.
Sementara itu, pelaku UMKM lainnya, Nunung, mengembangkan usaha budi daya dan pengolahan kepiting lunak yang telah berjalan selama empat tahun. Usaha tersebut melibatkan anggota kelompok laki-laki dan perempuan, mulai dari proses budi daya hingga pengolahan menjadi produk siap jual.
Selain memproduksi kepiting lunak crispy, kelompok tersebut juga mengembangkan wisata kuliner di kawasan Kutawaru. Pengunjung dapat menikmati aneka hidangan laut setelah menempuh perjalanan menggunakan perahu.
Nunung mengatakan pendampingan Pertamina turut membantu kelompoknya mengembangkan metode budi daya dengan memanfaatkan galon bekas sebagai wadah. Inovasi tersebut membantu meningkatkan stok produksi untuk memenuhi permintaan pelanggan.
“Stoknya makin bertambah, tidak cuma di tambak saja. Orderan semakin banyak, alhamdulillah. Tamu-tamu kita pengunjungnya sudah sampai Bandung, Semarang, Tasik, Pangandaran,” ungkap Nunung.
Mendengar perkembangan tersebut, Wapres Gibran meminta Pertamina memperkuat pendampingan bagi pelaku UMKM, termasuk dalam penyusunan rencana bisnis atau business plan. Perencanaan tersebut dinilai penting untuk membantu pelaku usaha mengembangkan skala bisnis dan menentukan langkah pengembangan berikutnya.
“Ini mungkin nanti dari Pertamina sebagai perusahaan yang mendampingi UMKM dan ibu-ibu yang ada di sini untuk memberikan guidance untuk pembuatan business plan. Nanti kalau sudah business plan-nya jadi, mungkin kita bisa bantu dari Banmas,” katanya.
Wapres Gibran berharap pendampingan tersebut dapat mendorong UMKM meningkatkan kapasitas usaha dan membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi masyarakat setempat.
“Ya, ini kita ingin ke depan ada pengembangan, bisa naik kelas, bisa membuka lapangan kerja dan kesejahteraan ibu-ibu yang ada di sini bisa meningkat,” ujarnya.
Ia juga meminta Pertamina memastikan program pembinaan berjalan serius dan berkelanjutan melalui kolaborasi dengan pemerintah.
“Dan saya mohon ini Pertamina sebagai pembimbingnya ibu-ibu di sini untuk bisa menseriusi itu. Nanti kita keroyokan,” tegas Wapres Gibran.
Menurut Wapres Gibran, keunggulan UMKM binaan Pertamina tidak hanya terletak pada nilai tambah ekonomi yang dihasilkan, tetapi juga pada kepedulian terhadap lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan.
“Yang saya senang, selain ada nilai tambah sisi ekonominya, UMKM Bapak-Ibu semua memiliki keunggulan dari segi kepedulian akan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat sekitar terutama perempuan,” pungkasnya.
Dalam kunjungan ke Cilacap tersebut, Wapres juga menyerap aspirasi masyarakat terkait sejumlah kebutuhan, di antaranya akses solar bagi nelayan, pengembangan bahan bakar penerbangan berkelanjutan (Sustainable Aviation Fuel/SAF) berbasis minyak jelantah, penguatan layanan desa, bantuan sosial, akses air bersih, serta pemerataan pelayanan bagi seluruh warga.
Pemerintah berharap kolaborasi dengan Pertamina dapat memperkuat ekosistem UMKM agar semakin produktif, mampu bersaing, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.










