TVRINews, Purworejo
Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih (KDKMP) terus mendorong penguatan ekonomi desa melalui perluasan akses pemasaran produk usaha mikro, kecil, dan menengah serta pembukaan peluang usaha bagi masyarakat secara berkesinambungan.
Kehadiran koperasi tersebut memberikan alternatif tempat pemasaran yang lebih stabil bagi produk lokal sekaligus mempermudah ketersediaan sarana produksi bagi sektor pertanian.
Dampak positif perluasan pasar tersebut dirasakan langsung oleh Jainah, seorang pelaku UMKM keripik kentang sekaligus anggota KDKMP Desa Dukuhrejo, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.
Ia menilai keberadaan KDKMP sangat membantu memperpanjang durasi pemasaran produk yang sebelumnya hanya bergantung pada jam operasional pasar pagi.
“Sebelum ada kooperasi kan saya hanya memasarkan UMKM saya di pasar, dan itu kan hanya bergantung pasar pagi saja ya. Setelah ada kooperasi kan bisa dititipkan di kooperasi dan itu bisa jangka panjang,” ujar Jainah seperti dikutip, Jumat, 30 Oktober 2026.
Selain sektor UMKM, manfaat koperasi turut dirasakan oleh para petani di Desa Karangsari, Blitar, Jawa Timur. Legiman, seorang petani belimbing setempat, berharap koperasi dapat mempermudah petani dalam memperoleh sarana produksi pertanian, khususnya ketersediaan pupuk.
Selama ini, petani harus menempuh jarak sekitar empat kilometer menuju toko luar untuk mendapatkan pupuk. Dengan beroperasinya KDKMP di wilayah tersebut, ia berharap kebutuhan pupuk dapat terpenuhi lebih dekat tanpa harus mengeluarkan biaya angkut yang jauh.
“Alhamdulillah, itu memang permintaannya semua petani itu kalau bisa ya semuanya itu segera saja pupuk itu bisa disubsidi di sini, entah itu dipinjami dulu atau harus harus bayar, itu juga enggak apa-apa yang jelas. Kalau di sini kan pasti lebih dekat, tidak perlu kemana-mana dan tidak perlu angkutan untuk beli pupuknya,” ujar Legiman.
Di samping penyediaan pupuk, Legiman juga berharap koperasi dapat menjadi alternatif saluran pemasaran yang membantu mendistribusikan hasil panen buah belimbing milik petani agar mampu menjangkau jangkauan pasar yang lebih luas.
Ia berharap adanya hubungan yang saling menguntungkan antara pengelola koperasi dan masyarakat desa dapat menjaga keberlangsungan program ini secara jangka panjang.
“Ya mudah-mudahan kita saling membantulah. Kooperasi itu nanti bisa biar tetap berjalan. Juga bisa membantu petani, istilahnya itu menyuple pupuk dari situ,” tutur Legiman.
Melalui sinergi tersebut, kehadiran KDKMP diharapkan mampu memperkuat ekosistem ekonomi desa secara menyeluruh, mulai dari pemenuhan kebutuhan produksi pertanian hingga perluasan akses pasar produk kerakyatan.










