TVRINews, Jakarta
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya membuka peluang kolaborasi dengan Yayasan Kreativitas Pena Bangsa (YKPB) untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif melalui pengembangan talenta muda di berbagai daerah.
Komitmen tersebut disampaikan Teuku Riefky Harsya saat menerima jajaran YKPB di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Jumat, 3 Juli 2026.
Menurutnya, program-program yang dijalankan YKPB sejalan dengan visi Kementerian Ekraf dalam menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah.
"Kementerian menyambut baik dan siap berkolaborasi dalam Scale Up Project dengan program-program di lintas direktorat. Kementerian Ekraf memiliki sejumlah program unggulan mulai dari aktivasi desa kreatif hingga aktivasi creative hub dan dapat berkolaborasi dengan Yayasan Pena Bangsa," ujar Riefky dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Jumat, 3 Juli 2026.
Ia juga mengapresiasi kontribusi YKPB yang diisi para jurnalis dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia kreatif melalui berbagai program pemberdayaan generasi muda.

Pembina YKPB Sandi Firdaus menjelaskan organisasinya mengusung tagline Profession to Passion sebagai upaya mendorong generasi muda mengembangkan kreativitas, keterampilan, dan kompetensi agar mampu menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.
"Jadi memang kita mencoba hal-hal yang sederhana tapi cukup berdampak. Kita lebih berkolaborasi bagaimana kepedulian dan dari profesi kita untuk bisa bermanfaat dan berdampak melalui program-program bagi masyarakat, khususnya di daerah-daerah. Kami ingin menciptakan generasi muda yang inspiratif dan berdaya saing tinggi, khususnya yang mampu berkreasi untuk menghasilkan suatu produk," ujar Sandi.
Sementara itu, anggota YKPB Abdul Rosyid mengatakan yayasan telah menyiapkan roadmap pelatihan di bidang konten digital, podcast, fotografi, videografi, sulih suara, hingga pengoperasian drone.
Program tersebut menyasar pelajar SMA/SMK, mahasiswa, pemuda desa, komunitas kepemudaan, hingga guru dengan pendekatan yang lebih menekankan praktik dan pendampingan.
"Sasaran kita anak muda Gen Z dan milenial, di mana kolaborasi dengan Karang Taruna. Kita maksimalkan pada praktik dan pendampingan, teori tidak terlalu banyak tapi praktik yang kita berikan kepada peserta nantinya," ucap Rosyid.

Ia menambahkan pelatihan tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang berkontribusi terhadap pengembangan ekonomi digital di daerah, termasuk membantu promosi destinasi wisata, UMKM, dan produk industri kreatif melalui platform digital.
Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekraf Cecep Rukendi menyebut program YKPB selaras dengan roadmap Kementerian Ekraf sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
"Pemerintah melalui Kementerian Ekonomi Kreatif punya program aktivasi desa kreatif, aktivasi creative hub dan Creative by Indonesia. Jadi fokusnya penguatan ekonomi berbasis kreatif, dan YKPB ini bagus sekali programnya, banyak yang sesuai dengan program flagship Kemenekraf," ucap Cecep.
Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan diakhiri dengan penandatanganan jersey sepak bola YKPB oleh Menteri Ekonomi Kreatif. Turut mendampingi dalam pertemuan tersebut Deputi Bidang Kreativitas Media Cecep Rukendi serta Direktur Fotografi dan Penerbitan Iman Santosa.










