TVRINews, Jakarta
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar menegaskan kekuatan storytelling berbasis budaya menjadi nilai tambah yang mampu membawa produk kopi Indonesia bersaing di pasar internasional.
Irene mengapresiasi Roemah Koffie yang dinilai berhasil menghadirkan produk kopi tidak hanya dari sisi cita rasa, tetapi juga melalui narasi budaya yang kuat. Menurutnya, pendekatan tersebut merupakan salah satu kekuatan ekonomi kreatif Indonesia.

"Roemah Koffie telah melakukan hal yang sangat luar biasa dengan menyajikan storytelling yang kuat, bukan hanya dari biji kopinya melainkan juga dari cerita budaya di belakangnya. Keunikan budaya inilah yang menjadi kekuatan utama untuk membawa nama Indonesia bersinar di panggung global," ujar Irene dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Sabtu, 18 Juli 2026.
Varian kopi Cublak Suweng diperkenalkan dalam acara bertajuk A Cup of Meaning and Reflection. Produk signature blend tersebut terinspirasi dari permainan tradisional dan lagu daerah Jawa Tengah yang mengandung filosofi tentang pencarian kebahagiaan sejati. Filosofi itu diwujudkan melalui perpaduan 50 persen kopi Robusta Temanggung dan 50 persen Arabika Gayo.
Irene menilai narasi budaya yang melekat pada produk merupakan roh ekonomi kreatif yang mampu menciptakan kolaborasi lintas subsektor sekaligus memberikan pengalaman berbeda bagi konsumen. Hal itu juga terlihat dari konsep peluncuran yang memadukan pertunjukan teatrikal tradisional, penandatanganan kemasan, hingga sesi bernyanyi bersama.
Menurut Irene, subsektor kuliner, termasuk industri kopi, menjadi salah satu penopang utama ekonomi kreatif nasional. Pada 2025, subsektor kuliner menyumbang 41,06 persen terhadap ekonomi kreatif nasional, dengan nilai investasi mencapai Rp29,57 triliun, pertumbuhan sebesar 8,44 persen, serta nilai ekspor Januari-November mencapai 720,8 juta dolar AS.
Ia pun mengajak seluruh pelaku industri kopi untuk terus berkolaborasi dan menghadirkan inovasi berbasis budaya lokal agar produk Indonesia semakin dikenal dunia.
"Melalui semangat kolaborasi, jiwa untuk selalu belajar, dan kecintaan mendalam terhadap kopi, mari kita bersama-sama membawa produk lokal ini menuju kancah internasional tanpa melupakan akar budaya Indonesia. Dengan landasan kasih sayang, mari wujudkan diplomasi kopi yang membanggakan dan membawa kehangatan bangsa di mata dunia," tuturnya.
Kementerian Ekraf dan Roemah Koffie sendiri telah menjalin kerja sama sejak Mei 2025 melalui pengembangan berbagai varian kopi Nusantara, dukungan promosi di festival, fasilitasi partisipasi pada ajang internasional, hingga penempatan identitas Ekraf pada produk. Ke depan, sinergi tersebut akan diperkuat melalui program pemberdayaan petani kopi serta perluasan pasar global dengan mengangkat kekayaan budaya Indonesia sebagai identitas utama produk.










