
Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Garut
Sebuah jembatan gantung sepanjang 80 meter kini resmi membentang di atas Sungai Cipalebuh, menghubungkan Kampung Punaga Jolok dan Kampung Baru di Desa Mandala Kasih, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut. Infrastruktur ini menjadi napas baru bagi mobilitas warga, mulai dari akses pendidikan hingga ekonomi.
Pembangunan jembatan ini merupakan hasil kolaborasi antara TNI dan Vertical Rescue Indonesia (VRI). Kehadirannya mengakhiri penantian panjang warga yang selama ini harus bertaruh nyawa menyeberangi sungai atau memutar jalan hingga tiga kilometer.

Kepala Desa Mandala Kasih, Iwan Darmawan, menyatakan bahwa jembatan ini memiliki peran vital bagi berbagai sektor kehidupan masyarakat di wilayahnya.
"Alhamdulillah sangat bermanfaat bagi masyarakat Desa Mandala Kasih. Jembatan ini penting untuk kepentingan pertanian, perekonomian, kesehatan, dan keagamaan. Bahkan untuk mengurus administrasi ke desa pun jadi lebih cepat, karena sebelumnya harus berjalan hingga tiga kilometer," ujar Iwan dalam keterangan yang diterima pada Minggu, 25 Januari 2026.
Sebelum infrastruktur ini berdiri, warga Kampung Baru kerap terisolasi, terutama saat debit air sungai meningkat. Anak-anak sekolah dan warga yang ingin ke kantor desa terpaksa menyeberangi arus sungai atau berjalan kaki selama satu jam melalui jalur alternatif.
Kondisi ini terjadi setelah jembatan lama rusak akibat terjangan banjir dua tahun lalu. Selain faktor alam, material jembatan sebelumnya juga mengalami korosi parah karena lokasi desa yang berada di pesisir pantai dengan kadar garam tinggi.
"Dulu masyarakat saya kalau mau ke sekolah, mengurus administrasi ke desa, dan kegiatan ekonomi benar-benar terhambat karena harus menyeberang sungai. Alhamdulillah sekarang sudah ada jembatan dan sangat bermanfaat," tambahnya.
Mengantisipasi kejadian serupa, konstruksi jembatan baru ini dirancang lebih kokoh dengan posisi 1,5 meter lebih tinggi dari jembatan sebelumnya. Hal ini dilakukan untuk memastikan jembatan tetap aman saat terjadi pengiriman air dari wilayah hulu seperti Cikajang dan Cisompet.
"Sekarang jembatan sudah ditinggikan sekitar satu setengah meter. Dulu posisinya lebih rendah," jelas Iwan.
Atas selesainya pembangunan tersebut, Iwan menyampaikan apresiasi mendalam kepada jajaran pemerintah pusat dan TNI yang telah merespons cepat kebutuhan warga di pelosok Garut Selatan tersebut.
"Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Bapak Kasad Jenderal Maruli Simanjuntak. Beribu-ribu terima kasih atas pembangunan jembatan ini. Sangat bermanfaat bagi masyarakat kami, khususnya Desa Mandala Kasih," ucapnya.
Melihat tingginya potensi ekonomi dan pariwisata di wilayah Pameungpeuk, Iwan berharap ke depannya jembatan gantung ini bisa ditingkatkan menjadi jembatan permanen. Dengan begitu, kendaraan roda empat dapat melintas untuk mengangkut hasil bumi sekaligus menjadi jalur pengurai kemacetan saat musim libur nasional.
"Karena kalau ini jalan bisa permanen, kepentingannya banyak. Kalau ada tahun baru, ada kemacetan, atau hari-hari besar bisa lewat sini juga," tandasnya.
Editor: Redaktur TVRINews
