TVRINews, Jakarta
Lima organisasi profesi bersama forum tenaga kesehatan kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Senin, 5 Juni 2023.
Lima organisasi tersebut yaitu Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), dan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI).
Ini merupakan unjuk rasa kedua kalinya dokter dan perawat. Setelah unjuk rasa yang sama digelar di Jakarta Pusat, Senin, 8 Mei 2023 lalu.
Baca Juga: Kemenhub Siapkan Tarif Khusus BTS Teman Bus Bagi Pelajar, Lansia, dan Disabilitas
Pada unjuk rasa yang sama bulan lalu, para tenaga kesehatan menilai pembahasan RUU Kesehatan telalu terburu-buru.
Selain itu, banyak poin di dalam RUU Kesehatan juga menuai kritikan.
Adapun tuntutan yang mereka layangkan adalah:
1. Stop pembahasan RUU Kesehatan (Ombinuslaw)
2. Perlindungan dan kepastian hukum bagi profesi kesehatan
3. Penguatan eksistensi dan kewenangan organisasi profesi kesehatan
4. Jaga kedaulatan kesehatan rakyat dan bangsa dari oligarki, monopoli, dan liberalisasi
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, Adib Khumaidi menyebut berbagai upaya diskusi telah dilakukan oleh para tenaga medis dan kesehatan yang tergabung dalam lima organisasi profesi. Namun, pemerintah tetap bersikeras RUU Kesehatan harus disahkan.
“Kami, para tenaga medis dan kesehatan sangat mendukung transformasi kesehatan untuk negeri ini. Namun, dalam transformasi kesehatan seharusnya pemerintah memprioritaskan masalah kesehatan yang masih banyak belum tertangani terutama di wilayah terpencil, bukannya dengan membuat RUU Kesehatan yang tidak ada urgensinya ini,” kata Adib melalui keterangan tertulis, Senin, 5 Juni 2023.
Menurut Adib banyaknya jumlah regulasi tidak berbanding lurus dengan kemampuan regulasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan.
“Jika aturan-aturan hukum yang dikeluarkan tidak sinkron, salah satu akibatnya adalah tidak adanya kepastian hukum bagi rakyat, dalam hal ini tenaga medis dan kesehatan, juga masyarakat,” tutur Adib.










