TVRINews, Jatinangor
Pembentukan sumber daya manusia aparatur yang unggul dinilai menjadi kunci krusial dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan nasional yang kian kompleks. Poin strategis tersebut menjadi salah satu pesan utama yang disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), saat memberikan kuliah umum di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, pada Kamis, 18 Juni 2026.
Dalam agenda akademik tersebut, Menko AHY didampingi oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto serta Staf Khusus Menko Bidang Hukum dan Regulasi, Sigit Raditya. Kuliah umum yang mengusung tema “Menyiapkan ASN Unggul Menjawab Tantangan Pembangunan Bangsa” ini diikuti dengan antusias oleh ribuan praja IPDN yang dipersiapkan sebagai calon aparatur sipil negara dan kader pemimpin masa depan Indonesia.
Menanggapi arahan Menko AHY mengenai pembangunan kewilayahan, Staf Khusus Menko Bidang Hukum dan Regulasi, Sigit Raditya, menilai bahwa kompleksitas dinamika pembangunan ke depan mutlak menuntut hadirnya aparatur negara yang seimbang antara kompetensi teknis dan karakter kepemimpinan yang kuat berorientasi publik.
Menurut Sigit, para praja IPDN memegang peran sangat strategis karena nantinya akan menjadi ujung tombak pelayanan publik langsung di tingkat basis, termasuk di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Oleh sebab itu, semangat pengabdian dan pemahaman mendalam atas kebutuhan riil masyarakat harus tertanam sebagai fondasi utama sejak masa pendidikan.
“Jika berbicara tentang keberhasilan pembangunan, hal ini tidak hanya ditentukan oleh kualitas kebijakan, tetapi juga oleh kualitas aparatur yang menjalankannya. Karena itu, ASN masa depan harus memiliki integritas, kemampuan beradaptasi, dan komitmen untuk menghadirkan pelayanan publik yang profesional serta berpihak kepada masyarakat,” papar Sigit Raditya memberikan pandangannya.
Pada momentum yang sama, Menko AHY berkesempatan menyerahkan penghargaan khusus kepada IPDN yang diterima langsung oleh Rektor IPDN Halilul Khairi. Penghargaan ini diberikan atas dedikasi dan kontribusi nyata para praja dalam mendukung upaya tanggap darurat, rehabilitasi, serta rekonstruksi pascabencana di Pulau Sumatra sepanjang periode 2025–2026.
“Pengabdian IPDN ini sangat luar biasa dalam mendukung upaya tanggap bencana, rehabilitasi, dan reconstruction pascabencana di Sumatera. Ini menjadi bukti nyata bahwa praja IPDN siap diterjunkan kapan pun, di mana pun, bahkan dalam kondisi yang sulit sekalipun,” ujar Menko AHY memberikan apresiasi tinggi di hadapan civitas akademika.
Saat memaparkan materi kuliah umum, Menko AHY menyoroti beragam tantangan global yang diproyeksikan akan dihadapi generasi mendatang. Beberapa di antaranya meliputi krisis iklim, ancaman bencana alam, disrupsi teknologi, laju urbanisasi, keterbatasan sumber daya alam, hingga dinamika geopolitik dan keamanan global. Menurut Menko Infrastruktur, konstelasi tersebut wajib dipahami secara komprehensif oleh para praja sebelum diterjunkan ke berbagai daerah di nusantara.
Kendati tantangan ke depan tidak mudah, Menko AHY menegaskan bahwa Indonesia memiliki peluang emas untuk tumbuh menjadi salah satu kekuatan dunia. Keunggulan komparatif ini didukung oleh posisi strategis sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, kelimpahan sumber daya alam, serta momentum bonus demografi. Namun, lompatan besar itu hanya bisa diraih melalui pembangunan SDM yang berkualitas, berintegritas, dan adaptif.
“Saya percaya masa depan Indonesia ada di tangan generasi muda seperti kalian. Kesempatan yang dimiliki bangsa ini sangat besar, tetapi hanya bisa diwujudkan jika diisi oleh pemimpin yang mau belajar, bekerja keras, dan tetap menjaga integritas. Ke mana pun nanti kalian ditugaskan, ingatlah bahwa tugas utama seorang ASN adalah melayani masyarakat,” pesan Menko AHY menyemangati para praja.
Kegiatan kuliah umum ini pun menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi kesepahaman antara pemerintah pusat dan lembaga pendidikan kedinasan dalam mencetak generasi ASN yang responsif, profesional, serta mampu menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat di pelosok negeri.










