TVRINews, Papua Barat
Semangat kemerdekaan diwujudkan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Indonesia (UI) melalui aksi nyata bersama masyarakat di Lokus Werianggi, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat. Tim membangun jembatan yang menjadi salah satu akses penting bagi aktivitas warga setempat.
Pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan salah satu tema besar TEP 2026, yakni bakti transmigrasi. Kegiatan ini menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dan akademisi dalam membantu menjawab kebutuhan masyarakat di kawasan transmigrasi.

Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman Suryanagara mengapresiasi inisiatif Tim Ekspedisi Patriot UI yang tidak hanya melakukan pemetaan potensi kawasan, tetapi juga terlibat langsung dalam kegiatan yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
“Saya mengapresiasi kepedulian Tim Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia yang bertugas di Lokus Werianggi, Teluk Wondama. Kehadiran mereka tidak berhenti pada kajian dan rekomendasi, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata yang manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat. Inilah semangat yang kita harapkan dari para Patriot,” ujar Menteri Transmigrasi dalam keterangan yang diterima tvrinews, Selasa, 18 Agustus 2026.
Pembangunan Jembatan Patriot UI Wondama dilakukan melalui kolaborasi antara Tim Ekspedisi Patriot UI dan masyarakat setempat. Jembatan tersebut diharapkan dapat mempermudah mobilitas warga, menunjang aktivitas sosial dan ekonomi, serta meningkatkan konektivitas masyarakat di kawasan transmigrasi.
Menteri Iftitah mengatakan, Transformasi Transmigrasi menempatkan masyarakat sebagai bagian utama dalam proses pembangunan. Karena itu, anggota Tim Ekspedisi Patriot didorong untuk memahami kondisi dan kebutuhan warga secara langsung sekaligus menggali potensi lokal yang dapat dikembangkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru.
“Semangat kemerdekaan harus kita maknai dengan menghadirkan kemajuan yang nyata. Dari Werianggi, kita melihat bahwa pembangunan tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Kepedulian, gotong royong, dan keberanian untuk turun langsung dapat menjadi awal perubahan bagi masyarakat,”tandasnya.
Perwakilan Ketua Tim Ekspedisi Patriot UI, Assoc. Prof. Hendra Kaprisma, menyebut pembangunan jembatan tersebut menjadi bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat.
“Jembatan ini bagi kami bukan hanya soal memperbaiki sebuah akses yang rusak. Ini adalah simbol bahwa pembangunan akan menjadi lebih kuat ketika dilakukan bersama. Ada pemerintah, perguruan tinggi, dan yang paling penting adalah masyarakat yang ikut bekerja dan memiliki pembangunan tersebut,”ungkap Hendra, Minggu, 16 Agustus 2026.
Sebanyak 22 anggota TEP UI dari 20 tim yang ditempatkan di kawasan Werianggi-Werabur turut terlibat langsung dalam pengerjaan jembatan tersebut. Kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi TEP UI melalui riset, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Aksi di Werianggi menunjukkan bahwa Transformasi Transmigrasi tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada upaya menciptakan kawasan yang terhubung, produktif, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat tersebut diharapkan dapat mendorong kawasan transmigrasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.










