TVRINews, Lombok
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyebut Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat membawa manfaat besar bagi sektor pertanian dengan meningkatkan pasokan air irigasi sekaligus mengurangi konflik perebutan air di kalangan petani.
Saat menyampaikan laporan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam peresmian Bendungan Meninting, Jumat, 10 Juli 2026. Menteri Dody mengatakan bendungan tersebut mampu mengubah pola tanam petani yang sebelumnya bergantung pada curah hujan.

(Menteri Pekerjaan Umum RI, Dody Hanggodo. (Foto: Youtube Setpres)
"Dengan adanya Bendungan Meninting, sawah yang sebelumnya hanya mengandalkan hujan kini dapat diairi sepanjang tahun sehingga musim tanam meningkat dari satu kali menjadi tiga kali dalam setahun," ujar Menteri Dody, di Lombok Barat, JUmat, 10 Juli 2026.
Menurutnya, bendungan berkapasitas tampung sekitar 10 juta meter kubik itu melayani irigasi sekitar 1.600 hektare lahan pertanian melalui jaringan sepanjang 26 kilometer.
Dody menambahkan keberadaan Bendungan Meninting juga meningkatkan produktivitas pertanian hingga sekitar 6,3 ton per hektare, sekaligus menyediakan air baku bagi sekitar 100 ribu penduduk.
Selain mendukung pertanian, bendungan tersebut berfungsi mengurangi risiko banjir di sejumlah wilayah Lombok Barat dan Kota Mataram serta memiliki potensi pengembangan energi baru terbarukan dan sektor pariwisata.
"Ukuran keberhasilan bendungan adalah ketika air benar-benar mengalir ke sawah, petani mendapatkan manfaat, dan masyarakat merasakan dampaknya secara langsung," tegas Dody.
Menurut Dody, pembangunan infrastruktur sumber daya air akan terus diarahkan untuk mendukung target swasembada pangan sebagaimana menjadi prioritas pemerintah.










