TVRINews, Lombok Barat
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengatakan jika lima proyek infrastruktur bendungan merupakan investasi negara sekitar Rp9,79 triliun. Hal tersebut, diungkapkan saat melakukan peresmian di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Jumat 10 Juli 2026 hari ini.
“Lima bendungan yang kita resmikan hari ini adalah investasi negara sekitar Rp9,79 triliun,” kata dia
Menurutnya, keberadaan bendungan akan memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peningkatan pasokan air bagi sektor pertanian.
Tak hanya itu, mantan Menhan ini mengatakan jika berdasarkan laporan Menteri Pertanian, lima bendungan yang diresmikan tersebut berpotensi mendukung produksi hingga satu juta ton beras apabila dioptimalkan dengan teknologi pertanian dan penggunaan benih unggul.
Presiden Prabowo mengatakan, jika saat ini Indonesia mulai menggunakan bahan bakar diesel campuran 50 persen berbasis minyak sawit (B50), sehingga secara bertahap dapat mengurangi ketergantungan pada impor solar. Dengan kebijakan tersebut, diperkirakan mampu menghemat anggaran negara hingga Rp170 triliun.

(Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. (Foto: Youtube Setpres))
“Efisiensi itu, dapat dimanfaatkan untuk mempercepat pembangunan berbagai infrastruktur strategis, termasuk bendungan,” ucapnya
Presiden Prabowo juga meminta, kepada seluruh instansi terkait memastikan bendungan yang telah dibangun dikelola secara profesional, dirawat dengan baik, serta mampu menyalurkan air secara optimal hingga ke lahan pertanian.
Ia menegaskan, petani memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional sehingga ketersediaan air irigasi harus menjadi perhatian utama pemerintah.
Selain itu, Presiden Prabowo juga mengingatkan agar setiap rupiah yang berasal dari uang rakyat dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan masyarakat. Ke depan, lanjutnya pemerintah berkomitmen melanjutkan pembangunan infrastruktur sumber daya air dalam skala yang lebih besar.
Di samping itu, ia mengatakan jika pemerintah juga menargetkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 100 gigawatt sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian energi nasional.
Presiden Prabowo juga optimistis, jika berbagai program strategis tersebut akan menjadi fondasi bagi kebangkitan Indonesia sebagai negara yang semakin maju dan berdaya saing.










