TVRINews – Jakarta
Kementerian Perhubungan fokus mengintegrasikan proyek jalur ganda dengan pembenahan perlintasan sebidang melalui alokasi dana strategis.
Pemerintah Indonesia menargetkan proyek jalur dwiganda (double-double track) kereta api rute Bekasi hingga Cikarang akan selesai sepenuhnya dalam kurun waktu tahun 2027 hingga 2029. Proyek infrastruktur ini dirancang untuk mengurai kepadatan jalur komuter regional yang kian meningkat.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelaskan bahwa proyek strategis tersebut telah diakomodasi dalam Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Perhubungan. Meski demikian, detail mengenai total pagu anggaran yang dibutuhkan untuk penyelesaian jalur ini masih belum dipublikasikan secara rinci.
"Jalur dwiganda Bekasi diharapkan sudah rampung sepenuhnya antara tahun 2027 sampai 2029. Proyek ini telah masuk dalam rencana strategis kami, dan kami akan segera mengajukan usulan anggarannya untuk periode tersebut," ujar Dudy saat memberikan keterangan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis 21 Mei 2026.
Di sisi lain, fokus pembenahan infrastruktur transportasi perkeretaapian juga diarahkan pada aspek keselamatan di perlintasan sebidang. Pemerintah pusat sebelumnya telah menyiapkan alokasi dana sebesar Rp4 triliun di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto.
Namun, berdasarkan kalkulasi dan pemetaan teknis terbaru yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan, penataan titik perlintasan sebidang dasar hanya memerlukan dana sekitar Rp800 miliar.
Guna mengoptimalkan sisa anggaran yang ada, Kementerian Perhubungan berencana mengalihkan kelebihan dana tersebut untuk mendanai pembangunan infrastruktur penunjang keselamatan lainnya secara simultan.
"Berdasarkan perhitungan internal kami, kebutuhan awal sebetulnya berada di kisaran Rp800 miliar. Oleh karena itu, sisa dari total dana Rp4 triliun tersebut akan kami sinkronisasikan untuk pembangunan jembatan layang (flyover) dan jalur bawah tanah (underpass) di sejumlah titik krusial," tambah Dudy.










