TVRINews, Jakarta
Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) membuka peluang penempatan ratusan tenaga medis Indonesia di Persatuan Emirat Arab (UEA) melalui kerja sama dengan Abu Dhabi Civil Defence Authority (ADCDA).
Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani, membuka peluang penempatan ratusan tenaga medis Indonesia di Persatuan Emirat Arab (UEA) melalui kerja sama dengan Abu Dhabi Civil Defence Authority (ADCDA).
Peluang tersebut dibahas saat Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani menerima kunjungan Wakil Direktur Sumber Daya Manusia ADCDA, Tariq Mohammed, beserta rombongan di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta, Selasa, 23 Juni 2026.

"Kami membahas peluang penempatan tenaga medis Indonesia di Persatuan Emirat Arab (United Arab Emirates/UEA)," kata Christina dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Selasa, 23 Juni 2026.
Menurutnya, pertemuan itu merupakan tindak lanjut dari proses verifikasi job order yang telah dilakukan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Abu Dhabi terkait rencana rekrutmen ratusan tenaga medis Indonesia oleh ADCDA.
Adapun tenaga medis yang dibutuhkan meliputi posisi Advance Care Paramedic, Paramedic, dan Emergency Medical Technician (EMT) untuk mendukung layanan medis darurat di Abu Dhabi.
Christina menyambut positif peluang tersebut, karena dinilai sejalan dengan upaya pemerintah memperluas akses penempatan pekerja migran Indonesia pada sektor formal yang membutuhkan tenaga kerja terampil, dan profesional.
"Peluang ini sangat strategis karena membuka akses bagi tenaga medis Indonesia untuk berkarier di sektor layanan medis darurat yang membutuhkan kompetensi tinggi dan standar profesional yang kuat," ujarnya.
Ia menegaskan pemerintah berkomitmen memastikan calon pekerja migran Indonesia yang mengikuti proses rekrutmen memiliki kompetensi, kualifikasi, dan profesionalisme sesuai kebutuhan pengguna di Abu Dhabi.
Untuk mendukung proses tersebut, Kementerian P2MI akan mempertemukan pihak Pertahanan Sipil Abu Dhabi dengan sejumlah Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI).
"Kami ingin memastikan tenaga medis Indonesia yang ditempatkan mampu memenuhi standar dan dapat menunjukkan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang kompeten serta berdaya saing global," ucapnya
Lebih lanjut, Christina menilai peluang kerja sama ini dapat menjadi langkah awal untuk memperluas penempatan pekerja migran Indonesia terampil di sektor kesehatan dan layanan darurat di UEA.
Selain membuka lapangan kerja yang lebih luas, kerja sama tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan pengalaman tenaga medis Indonesia melalui penempatan pada institusi dengan standar layanan internasional.
"Selain membuka lapangan kerja yang lebih luas, kerja sama tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kapasitas dan pengalaman tenaga medis Indonesia melalui penempatan pada institusi yang memiliki standar layanan internasional," tuturnya.










