TVRINews, Denpasar
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat meninjau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah di Provinsi Bali. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan MPLS di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas, berlangsung aman, nyaman, dan edukatif.
Dalam kunjungannya ke Yayasan Sekolah Kristen Harapan Denpasar, Atip menegaskan bahwa Kemendikdasmen telah mengubah praktik MPLS yang sebelumnya identik dengan perpeloncoan menjadi kegiatan yang mendukung proses adaptasi murid terhadap lingkungan sekolah.
"Kita mengembalikan MPLS ke tujuan awalnya, yaitu memperkenalkan murid dengan lingkungan sekolahnya melalui cara yang ramah. Sekolah harus menjadi lingkungan yang aman dan nyaman, menghargai harkat dan martabat manusia,"ujar Wamen Atip dalam keterangan tertulis, dikutip, Minggu, 19 Juli 2026.
Pada hari terakhir MPLS, Atip memantau kegiatan pengenalan ekstrakurikuler yang diikuti para murid baru. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam mengembangkan karakter dan keterampilan nonakademik sebagai bekal menghadapi tantangan di masa depan.
“Saya melihat ekstrakurikuler ini memberikan ruang bagi para murid untuk mengekspresikan, sekaligus juga mewujudkan mereka yang punya minat di luar kurikulum, dan itu sesuatu yang sangat penting, juga bagian untuk penguatan karakter juga pendidikan, soft skill untuk bekal itu ke depan,”jelasnya.
Senada dengan itu, Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, mengapresiasi Yayasan Sekolah Kristen Harapan Denpasar yang dinilai tidak hanya berfokus pada pendidikan akademik, tetapi juga memberikan perhatian terhadap pembentukan karakter peserta didik melalui berbagai kegiatan pendukung.
“Tadi pagi waktu datang ke sini saya langsung melihat anak-anak PAUD, anak-anak TK menampilkan berbagai macam kegiatan dan terlihat sekali bagaimana yayasan ini mendidik anak-anak dengan sangat baik. Besar harapan kami anak-anak bisa tumbuh dengan lebih bagus lagi dan nantinya menjadi manusia berguna,”ungkap Suharti.
Yayasan Sekolah Kristen Harapan Denpasar memiliki jenjang pendidikan dari TK hingga SMA dan SMK. Pada tahun ajaran baru ini, sekolah tersebut menerima sebanyak 1.165 murid baru.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Harapan, Daniel, mengatakan pelaksanaan MPLS di sekolahnya difokuskan pada pengenalan budaya sekolah yang ramah serta pemberian materi yang relevan agar murid baru lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan belajar.
Selain itu, sekolah memperkenalkan 33 kegiatan ekstrakurikuler, mulai dari Pecinta Alam (Pala), Paskibra, hingga seni seperti band dan dance, sehingga peserta didik dapat mengenali berbagai pilihan kegiatan sesuai minat dan bakat mereka.
"Responnya sangat luar biasa semangat, mereka ceria semua dalam mengikuti kegiatan. Mungkin bisa dilihat sekarang anak-anak semangat sekali melihat kegiatan-kegiatan untuk MPLS pada hari ini, karena kami mengusung MPLS yang Ramah,”kata Daniel.
Salah seorang murid baru kelas X-2, Ida Ayu Dewi atau Dayu, mengaku menikmati seluruh rangkaian MPLS. Menurutnya, berbagai kegiatan membuat peserta didik lebih mengenal lingkungan sekolah sekaligus mempererat hubungan dengan teman-teman baru.
“Seru selama MPLS juga senang bisa aktif menjawab sampai dapat predikat the most active dan terus ada kegiatan outbound Rabu kemarin itu kayak ngenalin pos-pos di sini sekalian juga ngenalin denah-denah sekolah. Jadi bisa ngejawab pertanyaan, main sama teman, terus bersama-sama memecahkan permasalahan,”ucap Dayu bersemangat.
Dayu juga mengajak murid baru lainnya untuk tidak ragu mengikuti MPLS karena kegiatan tersebut menjadi kesempatan mengenal lingkungan sekolah, menjalin pertemanan, dan belajar tanpa khawatir terhadap perundungan.
“Tetap berteman saja dengan siapapun, jangan memandang perbedaan biar bisa menambah relasi juga di sekolah,” pesan Dayu.










