TVRINews, Sumedang
Sebanyak 120 orang tua siswa Sekolah Rakyat di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, bakal menerima bantuan program renovasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) pada November mendatang.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyampaikan pihaknya mengusulkan sebanyak 150 Kepala Keluarga (KK) orang tua siswa Sekolah Rakyat untuk program BSPS tersebut, di mana 120 di antaranya telah disetujui.
"Alhamdulillah, orang tua siswa Sekolah Rakyat, 150 KK, sudah mengusulkan untuk rumah tidak layak huni, untuk rutilahu dari BSPS. Dan 120 rumahnya (diantaranya) telah disetujui. Insya Allah Pak Menteri, Bulan November ini, 120 rumah akan dibangun bagi orang tua siswa Sekolah rakyat," kata Dony saat kegiatan Dialog Orang Tua dan Siswa Sekolah Rakyat di Sekolah Rakyat Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis 1 Oktober 2026.
Selain bantuan perumahan, Pemerintah Kabupaten Sumedang juga terlibat aktif dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat serta mendorong masyarakatnya mendaftar Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi tinggi kepada Pemkab Sumedang. Menurutnya, Sumedang menjadi salah satu daerah yang mampu memenuhi alokasi siswa Sekolah Rakyat khususnya tingkat Sekolah Dasar (SD).
"Saya terima kasih kepada Pak Bupati, tidak semua kabupaten/kota itu bisa memenuhi alokasi untuk SD. Tapi alhamdulillah, di Kabupaten Sumedang ini, Bupatinya kerja keras, sehingga siswa siswi SD-nya mencukupi alokasinya," kata Gus Ipul.
Gus Ipul menjelaskan, pembangunan gedung Sekolah Rakyat permanen di Sumedang saat ini sudah mencapai 98 persen dan ditargetkan rampung 100 persen dalam beberapa bulan ke depan. Pembangunan ini merupakan kolaborasi Pemkab Sumedang yang menyediakan lahan, Kementerian PU pelaksana pembangunan atas arahan Presiden Prabowo, serta Kementerian Sosial sebagai penanggung jawab operasional.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul juga mengapresiasi capaian Sumedang dalam pendaftaran Perlinsos Digital yang telah melebihi target 50 persen warga. Pihaknya terus mendorong pembentukan Agen Perlinsos lewat Gerakan Nasional Peduli Tetangga guna memastikan penyaluran bansos lebih akurat dan tepat sasaran.
Menanggapi hal itu, Bupati Dony menegaskan Pemkab Sumedang telah memobilisasi berbagai elemen masyarakat, mulai dari akademisi, pelaku bisnis, komunitas, aparat pemerintah, pendamping PKH, hingga penyuluh agama untuk menjadi Agen Perlinsos.
"Kita mobilisasi, orkestrasi, termasuk akademisi, bisnis, komunitas, government, semuanya dilibatkan untuk memperbanyak agen. Disamping agen dari pendamping PKH, penyuluh agama, seluruh pimpinan SKPD jadi agen juga, para camat jadi agen, desa, RT dan RW," kata Dony.
Kegiatan dialog tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Sumedang Fajar Aldila, Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos Supomo, jajaran kepala dinas terkait, Pejabat Tinggi Kemensos, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Sumedang.










