TVRINews – Jakarta
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pengabdiannya kepada rakyat dengan mengabaikan hari libur demi percepatan agenda nasional.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan komitmen tegas mengenai etos kerja pemerintahannya dalam Pidato Kenegaraan di hadapan Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI, Jumat 14 Agustus 2026. Di tengah dinamika pembangunan nasional, Presiden Prabowo menyatakan bahwa agenda kerja pemerintahannya tidak mengenal hari libur.
Dalam pidatonya, Presiden mengungkapkan bahwa Kepala Negara memandang setiap hari sebagai kesempatan untuk mengabdi. Bahkan, ia bercanda mengenai jadwalnya yang sangat padat kepada para stafnya.
"Menurut pembantu saya, dalam kalender saya tidak ada tanggal merah," ujar Prabowo di hadapan para anggota parlemen.
Bagi Presiden Prabowo, dedikasi tanpa henti ini bukanlah sebuah beban, melainkan amanah besar yang ia terima dengan rasa tanggung jawab tinggi. Ia menekankan bahwa pelayanan terhadap rakyat adalah prioritas utama yang menuntut kerja keras tanpa kompromi.
"Kita menerima amanah itu dengan penuh kehormatan. Tugas dari rakyat adalah hal yang mulia, karena itu kita bekerja sekeras-kerasnya dan habis-habisan untuk rakyat," tegasnya.
Empat Pedoman Strategis
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menegaskan arah kebijakan pemerintahannya yang tertuang dalam "4 Pedoman Kabinet Merah Putih". Kebijakan ini menjadi kerangka acuan utama dalam menjalankan roda pemerintahan:

[4 Pedoman Kabinet Merah Putih (Foto: Youtube Setpres)]
1. Konstitusionalisme: Bekerja dengan berlandaskan pada perintah Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
2. Kedaulatan Nasional: Menjaga, menjalankan, dan melindungi kepentingan inti nasional (the core and vital national interest), termasuk mengamankan kekayaan bangsa Indonesia.
3. Responsivitas: Mengatasi kesulitan rakyat dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.
4. Orientasi Masa Depan: Berorientasi pada kepentingan rakyat, anak-anak, dan cucu-cucu mereka.
Langkah ini menunjukkan upaya pemerintah untuk menyelaraskan etos kerja intensif dengan target-target kebijakan yang terukur, guna memastikan kesejahteraan jangka panjang bagi masyarakat Indonesia.
Dengan menekankan kerja keras sebagai bentuk kehormatan, Presiden Prabowo menetapkan standar tinggi bagi seluruh jajaran kabinetnya dalam mewujudkan janji-janji kampanye dan agenda nasional di tahun 2026.










