TVRINews, Jakarta
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, mendorong penguatan kolaborasi lintas subsektor ekonomi kreatif melalui integrasi kuliner dan penerbitan.
Hal itu disampaikan Riefky saat menghadiri grand launching AKC Library & Cafe di Jakarta, Sabtu, 8 Agustus 2026. Menurutnya, konsep library-cafe menjadi salah satu bentuk inovasi yang dapat mempertemukan aktivitas literasi dengan potensi ekonomi kreatif.
"Integrasi antara ruang baca dan sajian kuliner ini merupakan inovasi segar yang mencerminkan masa depan industri kreatif kita. Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, nilai tambah produk lokal dapat meningkat secara eksponensial guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," kata Riefky dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Minggu, 9 Agustus 2026.
Riefky menilai, penggabungan subsektor kuliner dan penerbitan memiliki peluang besar untuk memperluas ekosistem ruang baca publik sekaligus menghadirkan model bisnis kreatif yang relevan dengan perkembangan masyarakat.

(Foto: Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya)
Berdasarkan data Kementerian Ekraf, subsektor kuliner menjadi penyumbang kontribusi ekonomi kreatif terbesar, yakni mencapai 41,06 persen dengan pertumbuhan 8,44 persen pada 2025. Subsektor ini juga mencatatkan nilai ekspor sebesar 0,28 miliar dolar AS pada periode Januari-April 2026.
Sementara itu, subsektor penerbitan berkontribusi sebesar 5,35 persen dengan pertumbuhan 3 persen pada 2025. Nilai ekspor subsektor tersebut mencapai 4,47 juta dolar AS pada Januari-April 2026.
Menurut Riefky, potensi kedua subsektor tersebut dapat semakin diperkuat melalui model library-cafe yang kini mulai diminati masyarakat. AKC Library & Cafe sendiri merupakan ruang publik berkonsep book club dan kafe kebijakan luar negeri yang diinisiasi diplomat senior Indonesia, Dino Patti Djalal.
Riefky berharap AKC Library & Cafe tidak hanya menjadi tempat membaca dan berdiskusi, tetapi juga dapat berkembang sebagai ruang untuk melahirkan kreativitas dan karya baru.
"Kami berharap AKC Library & Cafe dapat menjadi inkubator kreativitas tempat para pelaku industri saling bertukar gagasan dan menciptakan karya nyata, Kementerian Ekraf akan terus mendukung inisiatif serupa demi memperluas akses masyarakat terhadap ruang edukasi yang berkualitas," ungkap Riefky.
Lebih lanjut, Kementerian Ekraf menilai pengembangan ruang kreatif seperti AKC dapat menjadi momentum untuk memperkuat jejaring kemitraan global. Keterlibatan diplomat dan tokoh nasional juga dinilai membuka peluang kolaborasi, termasuk melalui donasi buku bagi pegiat literasi binaan Kementerian Ekraf.
Riefky menegaskan, penguatan ekosistem ekonomi kreatif membutuhkan kolaborasi heksaheliks yang melibatkan pemerintah, komunitas, pelaku usaha, akademisi, media, dan masyarakat.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang semakin inklusif, adaptif, dan implementatif, sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap ruang edukasi dan kreativitas yang berkualitas.









