TVRINews, Jakarta
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kembali menegaskan landasan politik luar negeri Indonesia yang konsisten berada di jalur bebas aktif dan nonblok.
Presiden Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia menolak terikat pada blok kekuatan geopolitik mana pun demi menjaga hubungan baik dengan seluruh negara di dunia.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam program Presiden Prabowo Menjawab, Rabu, 16 September 2026. Presiden menekankan pentingnya menjaga tradisi diplomasi yang telah dibangun Indonesia sejak lama.

(Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dalam program Presiden Prabowo Menjawab, Rabu, 16 September 2026. [Foto: TVRI Nasional])
"Jadi sikap Indonesia secara tradisi, pandangan kita terhadap hubungan internasional, bahwa kita selalu ingin bebas aktif. Kita dari dulu non-aligned, kita tidak mau ikut blok-blok mana pun. Jadi, dari suatu pihak, bisa dikatakan kita ingin bersahabat dengan siapa saja," ujar Presiden Prabowo, Rabu, 16 September 2026.
Menjawab pandangan publik mengenai kunjungan kerjanya ke luar negeri, Presiden Prabowo menjelaskan bahwa pemenuhan undangan dari negara-negara kunci merupakan bagian dari kewajiban diplomasi. Presiden mencontohkan alasannya memenuhi undangan dari Rusia yang memiliki peran penting dalam percaturan global.
"Apalagi diundang oleh negara kunci di dunia. Bagaimanapun, Rusia itu anggota Dewan Keamanan. Rusia dari segi wilayah, itu negara yang terbesar di dunia. Dan dia punya sumber alam yang sangat besar. Dan secara tradisi hubungan kita baik sama Rusia. Jadi, saya kira itu biasa saja," tutur Presiden Prabowo.
Lebih lanjut, Kepala Negara menegaskan prinsip kesetaraan yang sama juga diterapkan ketika menjalin hubungan dengan negara-negara Barat maupun kawasan lainnya. Selama ada kesempatan dan undangan resmi, Presiden Prabowo memastikan Indonesia akan selalu hadir untuk memperkuat komunikasi bilateral.
"Tapi kalau saya diundang, kalau ke Amerika saya diundang, saya datang. Kan begitu kan? Jadi, intinya itu," kata Presiden.
"Bahwa Rusia termasuk yang paling sering atau agak sering undang Presiden Indonesia, kan tidak baik kalau diundang kita tidak datang. Tapi saya juga bisa dikatakan sangat sering ke Prancis, saya sangat sering ke Inggris, saya sangat sering ke Turki, sangat sering ke negara-negara Arab, ke Mesir, ke Emirates, ke Qatar, juga ke Tiongkok, ke Jepang," pungkas Presiden Prabowo.










