TVRINews, Jakarta
Tim Mahasiswa Doktoral Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional bertajuk AI for Smart Learning: Peningkatan Digital Literacy, Learning Engagement, dan Future Workforce Skills melalui Pemanfaatan Artificial Intelligence di Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM), Johor, pada Minggu, 22 Juni 2026, lalu.
Kegiatan yang menjadi bagian dari Program Mobiliti Internasional bersama Johor Business School UTHM tersebut diikuti mahasiswa keguruan UTHM. Program dirancang untuk meningkatkan literasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), memperkuat kemampuan berpikir kritis, serta membekali calon guru menghadapi tantangan pendidikan di era digital.
Ketua tim pelaksana, Yulius Yuwono Saputra, mengatakan perkembangan AI telah mengubah cara bekerja di berbagai bidang. Menurutnya, pendidik perlu memahami pemanfaatan teknologi tersebut secara bijak agar mampu membimbing peserta didik.
"Perkembangan AI telah mengubah cara kita bekerja di berbagai bidang dan memberikan gambaran penggunaan AI Enterprise Resource Planning (ERP); Information Technology, bagaimana semua team bisa membimbing murid menggunakan AI di berbagai bidang secara bijak, bukan menggantungkan diri padanya," ujar Yulius, dalam keterangan yang diterima redaksi, Sabtu, 27 Juni 2026.
Kegiatan berlangsung menggunakan metode penyuluhan partisipatif yang terdiri atas tujuh tahapan, mulai dari persiapan, pembukaan, penyuluhan inti, diskusi kelompok, penyusunan presentasi, presentasi hasil, hingga refleksi.
Materi yang disampaikan meliputi pemahaman penggunaan AI oleh peserta didik, etika digital dan integritas akademik, pencegahan plagiarisme, penguatan kemampuan berpikir kritis, strategi pedagogi guru masa depan, serta penerapan AI secara bertanggung jawab dalam proses pembelajaran.
Pemateri utama, Aji Kresno Murti, dan Rully Arifiansyah, menekankan pentingnya menjadikan AI sebagai alat pendukung pembelajaran, bukan pengganti proses berpikir. Mereka memperkenalkan pendekatan belajar yang terdiri atas lima tahapan, yakni Tanya, Fahami, Analisis, Cipta, dan Nilai.
Selain kedua pemateri tersebut, I Dewa Ayu Agung Tantri Pramawati, menyampaikan materi literasi AI dalam bidang investasi finansial. Kegiatan juga didukung Andy Hamzah Permana, Irawan Wijaya, Maulana Afifudin, Annisa Retno Utami, Cindyana Gunawan, Fera Nelfianti, dan Fismayatni Cholifah, yang berbagi pengetahuan sesuai bidang keahlian masing-masing, seperti digital marketing, digital governance, digital payment, strategic management, dan anti-money laundering.
Tidak hanya mengikuti penyuluhan, peserta juga diminta menyusun presentasi berisi contoh kasus penggunaan AI di sekolah, strategi guru dalam meresponsnya, aturan pemanfaatan AI di kelas, serta rancangan aktivitas pembelajaran berbasis berpikir kritis.
Seluruh kelompok peserta berhasil menyusun materi presentasi sesuai indikator yang ditetapkan, yakni memuat sedikitnya tiga prinsip etika penggunaan AI dan satu aktivitas pembelajaran berbasis critical thinking.
Melalui kegiatan tersebut, Mahasiswa Doktoral UNJ berharap kolaborasi akademik antara Indonesia dan Malaysia dapat terus berkembang sekaligus mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Asia Tenggara melalui pemanfaatan AI yang etis, kritis, dan bertanggung jawab.










